Serangan Ransomware Bocorkan Data Nasabah DBS dan Bank of China di Singapura
Teknologi
Keamanan Siber
07 Apr 2025
270 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Serangan ransomware dapat mengancam data pelanggan bank meskipun sistem bank tidak terkompromi.
Pentingnya keamanan siber dalam melindungi informasi pelanggan di era digital.
Otoritas keuangan dan keamanan siber di Singapura aktif dalam menangani insiden keamanan data.
Beberapa informasi pelanggan dari DBS Group dan cabang Bank of China di Singapura berpotensi telah dikompromikan setelah serangan ransomware pada vendor data mereka, Toppan Next Tech (TNT).
DBS mengungkapkan bahwa sekitar 8.200 klien mereka berisiko, namun sistem mereka tidak dikompromikan dan dana pelanggan tetap aman. Bank of China juga mengungkapkan bahwa sekitar 3.000 pelanggan mereka terpengaruh.
Monetary Authority of Singapore dan Cyber Security Agency of Singapore sedang bekerja sama dengan bank yang terpengaruh dan TNT untuk menyelidiki dan mengatasi masalah ini.
Analisis Ahli
Ahmad Fauzi (Pakarnya keamanan siber di Indonesia)
Kasus ini menegaskan pentingnya penerapan zero trust architecture dan audit rutin pada vendor pihak ketiga dalam industri perbankan yang semakin rentan terhadap serangan siber.

