Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

SpaceX Menang Besar dalam Kontrak Peluncuran Roket Militer AS Hingga 2029

Sains
Astronomi dan Penjelajahan Luar Angkasa
astronomy-and-space-exploration (11mo ago) astronomy-and-space-exploration (11mo ago)
05 Apr 2025
3 dibaca
1 menit
SpaceX Menang Besar dalam Kontrak Peluncuran Roket Militer AS Hingga 2029

Rangkuman 15 Detik

SpaceX menjadi pemenang dominan dalam kontrak peluncuran untuk misi militer AS.
Kontrak ini menunjukkan kepercayaan pemerintah AS terhadap kemampuan SpaceX dan ULA dalam peluncuran luar angkasa.
Blue Origin masih memiliki banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk bersaing dengan SpaceX dan ULA.
SpaceX, perusahaan roket yang didirikan oleh Elon Musk, baru saja memenangkan kontrak peluncuran roket dari Angkatan Luar Angkasa AS senilai Rp 98.53 triliun ($5,9 miliar) untuk mengirim satelit-satelit penting milik Pentagon hingga tahun 2029. Dalam total, Angkatan Luar Angkasa memberikan kontrak senilai Rp 225.45 triliun ($13,5 miliar) kepada tiga perusahaan: SpaceX, United Launch Alliance (ULA), dan Blue Origin. SpaceX akan meluncurkan 28 misi, sementara ULA mendapatkan 19 misi, dan Blue Origin mendapatkan 7 misi. SpaceX dikenal sebagai perusahaan peluncuran roket yang paling aktif di dunia, menggunakan roket Falcon 9 dan Falcon Heavy untuk misi-misi ini. ULA juga baru saja mendapatkan sertifikasi untuk roket Vulcan mereka, yang diharapkan dapat bersaing lebih baik di masa depan. Meskipun Blue Origin memiliki roket New Glenn, mereka masih memiliki pengalaman yang lebih sedikit dibandingkan SpaceX dan ULA. Elon Musk, yang memiliki pengaruh besar di pemerintah AS, menyatakan bahwa meskipun ULA memenangkan 60% dari misi, perusahaan-perusahaan lain tidak dapat memenuhi kebutuhan peluncuran yang tersisa. Ini menunjukkan bahwa SpaceX telah menjadi pemain dominan dalam industri peluncuran roket, terutama untuk misi-misi yang berkaitan dengan keamanan nasional.

Analisis Ahli

Tory Bruno
Vulcan adalah pilihan tepat untuk misi ruang angkasa keamanan nasional yang kritis dan dirancang untuk memenuhi semua kebutuhan peluncuran ruang angkasa negara kita.