Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Teknologi Booster Vaksin China Tingkatkan Imunitas hingga 150 Kali Lipat

Sains
Kesehatan dan Obat-obatan
health-and-medicine (11mo ago) health-and-medicine (11mo ago)
05 Apr 2025
99 dibaca
1 menit
Teknologi Booster Vaksin China Tingkatkan Imunitas hingga 150 Kali Lipat

Rangkuman 15 Detik

Vaksin booster baru dapat meningkatkan respons imun secara signifikan.
Sistem SABER menawarkan solusi untuk tantangan pengiriman antigen dalam vaksin.
Penelitian ini memiliki potensi untuk meningkatkan pengobatan kanker dan efektivitas vaksin terhadap virus yang cepat bermutasi.
China telah mengembangkan vaksin booster yang sangat kuat, yang dapat meningkatkan respons imun terhadap tumor dan infeksi hingga 150 kali lipat. Penelitian ini dilakukan oleh para ilmuwan dari Universitas Sun Yat-sen, Universitas Fudan, dan Universitas Liaoning, dan dipublikasikan di jurnal Nature. Vaksin ini diharapkan dapat membantu pengobatan kanker seperti melanoma dan kanker hati, serta meningkatkan efektivitas vaksin terhadap virus corona yang cepat bermutasi. Para peneliti menjelaskan bahwa untuk mengantarkan antigen vaksin ke sel T CD8+ yang penting untuk pertahanan imun, ada tiga langkah penting yang harus dilakukan. Langkah-langkah ini meliputi masuknya antigen ke dalam sel penyaji antigen (APC), aktivasi APC, dan penargetan ke retikulum endoplasma, yang berfungsi sebagai "jalan raya" seluler. Sistem baru yang disebut SABER (STING Agonist-Based ER-Targeting Molecules) berfungsi seperti "lift" molekuler yang dapat mengantarkan antigen langsung ke retikulum endoplasma, mengatasi tantangan pengiriman yang disebut "last-mile". Dengan cara ini, SABER dapat mengantarkan antigen dengan lebih akurat dan efektif, membantu meningkatkan respons imun tubuh terhadap penyakit.

Analisis Ahli

Wang Ji
Teknologi SABER berhasil mengantar antigen langsung ke retikulum endoplasma dengan efektif, meningkatkan aktivasi sel imun dan potensi respons terhadap penyakit serius.
Ahli Imunologi Internasional
Pendekatan targeting langsung ke organel sel sangat inovatif dan dapat meningkatkan efektivitas vaksin, terutama melawan penyakit yang sulit ditangani saat ini.