Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Intel dan Taiwan Semiconductor Bentuk Usaha Patungan Hadapi Tantangan Bisnis

Finansial
Investasi dan Pasar Modal
investment-and-capital-markets (1y ago) investment-and-capital-markets (1y ago)
04 Apr 2025
222 dibaca
2 menit
Intel dan Taiwan Semiconductor Bentuk Usaha Patungan Hadapi Tantangan Bisnis

Rangkuman 15 Detik

Intel dan Taiwan Semiconductor membentuk joint venture untuk memproduksi chip canggih.
Analis Chris Danely skeptis terhadap masa depan bisnis foundry Intel dan menyarankan untuk keluar dari segmen tersebut.
CEO baru Intel, Lip-Bu Tan, memiliki rencana untuk memisahkan aset non-inti sambil tetap mempertahankan bisnis foundry.
Intel (INTC) dan Taiwan Semiconductor (TSM) telah setuju untuk membentuk usaha patungan di Amerika Serikat. Kerjasama ini akan memanfaatkan pabrik Intel di AS dan keahlian Taiwan Semi untuk memproduksi chip canggih. Taiwan Semi akan memiliki 20 persen saham dalam usaha ini dan juga akan melatih karyawan Intel. Berita ini membuat saham Intel naik meskipun pasar sedang turun akibat pengumuman tarif baru oleh Presiden Donald Trump. Namun, ada analis yang meragukan keputusan ini. Chris Danely dari Citi berpendapat bahwa Intel perlu mengubah arah bisnisnya, terutama karena bisnis pabriknya mengalami kerugian besar, mencapai Rp 223.78 triliun ($13,4 miliar) pada tahun 2024. Manajemen Intel memperkirakan bahwa unit ini tidak akan menguntungkan hingga tahun 2027. Danely berpendapat bahwa Intel sebaiknya keluar dari bisnis pabrik dan fokus pada pembuatan chip inti mereka. Di sisi lain, CEO Intel yang baru, Lip-Bu Tan, menyatakan bahwa mereka masih ingin mempertahankan bisnis pabrik untuk memproduksi chip bagi Intel dan perusahaan desain semikonduktor lainnya. Danely skeptis bahwa usaha patungan ini akan berhasil karena perbedaan budaya dan proses operasional antara kedua perusahaan. Ia percaya bahwa jika Intel bisa mengurangi bisnis pabriknya, perusahaan bisa lebih menguntungkan dan kembali menjadi seperti Intel yang dulu.

Analisis Ahli

Chris Danely
Intel harus keluar dari bisnis foundry karena kerugian yang terus berlangsung. Fokus pada bisnis inti akan membuat Intel lebih menguntungkan dan sahamnya berpotensi naik signifikan.