Penurunan Penjualan Tesla di Eropa dan China Memicu Kekhawatiran Saham
Teknologi
Kendaraan Listrik dan Baterai
01 Apr 2025
51 dibaca
1 menit
Rangkuman 15 Detik
Penjualan Tesla di Eropa mengalami penurunan signifikan, terutama di Prancis dan Norwegia.
Elon Musk mengakui bahwa pandangan politiknya mempengaruhi kinerja saham Tesla.
Kinerja saham Tesla di kuartal pertama adalah yang terburuk dalam lebih dari dua tahun.
Data pendaftaran mobil listrik Tesla (TSLA) di beberapa negara Eropa mengalami penurunan lagi pada bulan Maret, menunjukkan bahwa penjualan mereka terus menurun di pasar penting ini. Di Prancis, hanya 3.157 mobil Tesla yang terdaftar, turun 36,8% dibandingkan tahun lalu. Norwegia juga mengalami penurunan besar dengan hanya 2.211 pendaftaran, turun 63,9%. Di negara-negara Skandinavia lainnya, seperti Denmark dan Belanda, pendaftaran Tesla juga menurun drastis.
Selama kuartal pertama, pendaftaran mobil Tesla di Eropa turun signifikan, dengan penurunan 41,1% di Prancis dan 55,3% di Denmark. Meskipun Tesla meluncurkan Model Y yang diperbarui pada bulan Maret, tampaknya tidak membantu meningkatkan penjualan. Sementara itu, pendaftaran mobil listrik secara keseluruhan di Eropa justru meningkat 26,1%, menunjukkan bahwa konsumen mungkin beralih ke merek lain.
CEO Tesla, Elon Musk, juga menghadapi tantangan karena popularitasnya yang menurun di AS dan Eropa akibat pandangan politiknya. Penurunan penjualan ini, ditambah dengan protes terhadap Musk, berdampak negatif pada harga saham Tesla, yang turun 36% di kuartal pertama. Musk percaya bahwa dalam jangka panjang, saham Tesla akan kembali baik dan mungkin saat ini adalah kesempatan untuk membeli.
Analisis Ahli
Pras Subramanian
Penurunan penjualan ini mencerminkan isu mendalam yang dialami Tesla selain hanya masalah produk, yaitu bagaimana persaingan pasar dan faktor non-teknis seperti politik dapat memengaruhi kinerja perusahaan otomotif teknologi tinggi.
