EU Beri Produsen Mobil Waktu Lebih Lama untuk Penuhi Target Emisi CO2 2025
Sains
Iklim dan Lingkungan
01 Apr 2025
14 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
Pabrikan mobil Eropa mendapatkan perpanjangan waktu untuk memenuhi target emisi CO2 2025.
Perubahan ini diusulkan untuk memberikan fleksibilitas kepada industri otomotif yang sedang berjuang.
Ada kekhawatiran bahwa perubahan target emisi dapat menghambat kemajuan Eropa dalam kendaraan listrik.
Automaker di Eropa akan mendapatkan waktu tiga tahun, bukan satu tahun, untuk memenuhi target emisi CO2 yang ditetapkan oleh Uni Eropa untuk tahun 2025. Perubahan ini diusulkan oleh Komisi Eropa untuk memberikan kelonggaran kepada produsen mobil yang kesulitan menjual mobil listrik, di mana mereka tertinggal dibandingkan pesaing dari China dan AS. Dengan perubahan ini, kepatuhan terhadap aturan emisi CO2 akan dihitung berdasarkan rata-rata emisi mobil selama periode 2025-2027.
Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen, mengatakan bahwa inisiatif ini memberikan lebih banyak fleksibilitas kepada industri otomotif sambil tetap berkomitmen pada tujuan iklim. Beberapa produsen mobil, seperti Volkswagen dan Renault, mendukung perpanjangan waktu ini, tetapi ada juga yang khawatir bahwa perubahan ini akan merugikan perusahaan yang sudah berinvestasi untuk memenuhi target 2025.
Selain itu, Uni Eropa memiliki target jangka panjang agar semua mobil baru yang dijual mulai tahun 2035 harus memiliki emisi nol, yang berarti tidak ada lagi penjualan mobil berbahan bakar fosil. Beberapa anggota parlemen dan pemerintah di Uni Eropa berencana untuk meninjau kembali target ini, dengan alasan bahwa hal itu dapat merugikan produsen mobil yang sudah kesulitan. Namun, Komisi Eropa menegaskan bahwa target 2035 penting untuk mencapai tujuan lingkungan dan menciptakan iklim investasi yang stabil.
Analisis Ahli
Ursula von der Leyen
Memberikan ruang bernafas bagi industri otomotif penting agar tetap sejalan dengan target iklim tanpa menghentikan kemajuan menuju kendaraan listrik.E-Mobility Europe
Mengubah target 2025 dapat melemahkan posisi Eropa dibandingkan China dan menghambat investasi di infrastruktur pengisian mobil listrik.