China Pesan Chip Nvidia H20 Senilai Rp 267.20 triliun ($16 Miliar) di Tengah Pembatasan AS
Teknologi
Kecerdasan Buatan
02 Apr 2025
85 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Perusahaan China telah melakukan investasi besar dalam chip AI Nvidia untuk mendukung pengembangan teknologi.
Pembatasan ekspor dari AS dapat mempengaruhi kemampuan perusahaan China dalam mengembangkan solusi AI.
Nvidia tetap melihat pasar China sebagai sumber pendapatan yang penting meskipun ada tantangan regulasi.
Perusahaan-perusahaan China seperti ByteDance, Alibaba, dan Tencent telah memesan setidaknya Rp 267.20 triliun ($16 miliar) untuk chip server H20 dari Nvidia dalam tiga bulan pertama tahun ini. Chip H20 adalah prosesor AI paling canggih yang secara legal dapat dijual di China, setelah adanya pembatasan ekspor dari AS. Permintaan yang tinggi untuk chip ini dipicu oleh kebutuhan model AI murah dari startup China, DeepSeek.
Namun, ada kekhawatiran tentang potensi kekurangan pasokan chip H20, yang dapat menghambat ambisi AI perusahaan-perusahaan China. H3C, salah satu pembuat server terbesar di China, telah memperingatkan tentang kemungkinan kekurangan pasokan. Nvidia, yang telah dilarang mengekspor chip paling canggih ke China sejak 2022, tetap melihat China sebagai pasar penting, dengan pendapatan tahunan mencapai Rp 285.74 triliun ($17,11 miliar) dari wilayah tersebut.
CEO Nvidia, Jensen Huang, menyatakan bahwa meskipun ada tantangan jangka pendek, perusahaan akan mempertimbangkan untuk memindahkan produksi ke Amerika Serikat dalam jangka panjang. Sementara itu, pemerintah AS juga berencana untuk mengenakan tarif sekitar 25% pada impor semikonduktor dan produk terkait.
Analisis Ahli
Klaus Schwab
Pembatasan teknologi seperti ini akan mempercepat regionalisasi rantai pasok dan mendorong investasi lebih besar dalam riset domestik di negara-negara besar seperti China.

