TikTok Terancam Dilarang di AS Jika Tidak Dijual ke Pemilik Lokal
Teknologi
Keamanan Siber
02 Apr 2025
210 dibaca
1 menit
/2025/04/01/1743536530663.gif?w=3840)
Rangkuman 15 Detik
TikTok menghadapi larangan di AS jika tidak dijual kepada pemilik AS.
ByteDance perlu mendapatkan persetujuan dari pemerintah China untuk menjual TikTok.
Beberapa kelompok investor telah mengajukan tawaran untuk membeli TikTok dengan fokus pada keamanan data pengguna.
TikTok menghadapi kemungkinan larangan di AS jika tidak dijual kepada pemilik dari Amerika. Beberapa kelompok telah mengajukan tawaran untuk membeli aplikasi ini, tetapi pemilik TikTok, ByteDance, mungkin perlu mendapatkan persetujuan dari pemerintah China untuk menjualnya. Presiden Trump pernah menandatangani perintah eksekutif yang menunda larangan tersebut, dan ada keputusan dari Mahkamah Agung yang menyatakan bahwa TikTok harus dijual kepada perusahaan Amerika atau akan dilarang.
Beberapa calon pembeli TikTok termasuk Kevin O'Leary dari Shark Tank dan Frank McCourt, yang mengusulkan untuk mengumpulkan lebih sedikit data pengguna. Mereka mengklaim telah mendapatkan komitmen sebesar Rp 334.00 triliun ($20 miliar) untuk tawaran mereka. Selain itu, YouTuber terkenal MrBeast juga bergabung dalam tawaran untuk membeli TikTok, dengan tujuan menjaga platform tersebut sambil mengatasi masalah keamanan nasional.
Perusahaan perangkat lunak Oracle juga sedang mempercepat pembicaraan dengan pemerintah AS untuk mengelola TikTok, yang akan memastikan data pengguna Amerika tidak dapat diakses oleh pemerintah China. Namun, masih belum jelas apakah Oracle akan memiliki kontrol penuh atas algoritma TikTok.
Analisis Ahli
Sara Fischer (Axios)
Negosiasi penjualan TikTok sangat kompleks dan melibatkan pertimbangan keamanan nasional yang mendalam.Frank McCourt
Kami berkomitmen untuk menciptakan TikTok yang mengumpulkan lebih sedikit data pengguna dan menjaga keamanan di tingkat tertinggi.

