Blue Origin Siap Luncurkan Kembali Roket New Glenn Setelah Perbaikan Pendaratan
Sains
Astronomi dan Penjelajahan Luar Angkasa
01 Apr 2025
7 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Blue Origin menargetkan peluncuran kedua New Glenn pada akhir musim semi.
FAA telah menutup investigasi terkait kegagalan pendaratan booster New Glenn.
Perusahaan melakukan pemotongan karyawan untuk fokus pada produksi roket dan peningkatan frekuensi peluncuran.
Blue Origin, perusahaan yang didirikan oleh Jeff Bezos, mengumumkan bahwa mereka menargetkan peluncuran kedua roket New Glenn pada "musim semi akhir" setelah menyelesaikan penyelidikan oleh FAA (Administrasi Penerbangan Federal) terkait kegagalan pendaratan roket tersebut. Peluncuran perdana New Glenn terjadi pada Januari 2025, di mana roket ini berhasil menempatkan satelit ke orbit, tetapi gagal dalam upaya pendaratan booster pertamanya di laut Atlantik.
Dalam pernyataannya, Blue Origin menjelaskan bahwa kegagalan pendaratan disebabkan oleh tiga mesin BE-4 yang tidak menyala kembali dengan baik. Mereka telah mengidentifikasi tujuh tindakan perbaikan yang akan dilakukan, terutama terkait pengelolaan propelan dan kontrol mesin. Blue Origin berharap dapat kembali meluncur dan mencoba mendaratkan booster lagi pada peluncuran berikutnya.
Setelah peluncuran pertama, CEO Blue Origin, Dave Limp, mengumumkan pemecatan 10 persen dari 14.000 karyawan perusahaan untuk mengurangi biaya dan fokus pada produksi roket serta meningkatkan frekuensi peluncuran. Peluncuran New Glenn menjadi langkah penting bagi Blue Origin untuk bersaing dengan perusahaan lain seperti SpaceX dalam industri luar angkasa.
Analisis Ahli
Elon Musk
Persaingan di sektor roket dapat mempercepat inovasi, tapi Blue Origin harus fokus pada keandalan untuk menjadi pesaing serius.Kathy Lueders (mantan kepala program manusia NASA)
Kegagalan teknis umum dalam pengembangan roket besar, yang penting adalah bagaimana perbaikan dilakukan dan diaplikasikan.
