ChatGPT 4o Mudah Buat Tanda Terima Palsu, Potensi Risiko Penipuan Meningkat
Teknologi
Kecerdasan Buatan
01 Apr 2025
94 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Teknologi AI dapat digunakan untuk menghasilkan konten yang sangat realistis, termasuk penerimaan palsu.
OpenAI berusaha untuk mengatur penggunaan teknologi sambil memberikan kebebasan kreatif kepada pengguna.
Ada risiko signifikan terkait dengan penyalahgunaan teknologi ini untuk penipuan dan aktivitas ilegal lainnya.
Bulan ini, ChatGPT meluncurkan generator gambar baru yang lebih baik dalam membuat teks di dalam gambar. Namun, beberapa orang mulai menggunakan teknologi ini untuk membuat kwitansi restoran palsu, yang bisa menjadi alat bagi penipu. Seorang pengguna media sosial, Deedy Das, membagikan foto kwitansi palsu untuk restoran steak di San Francisco yang dibuat dengan model baru ini. Contoh lain yang ditemukan menunjukkan kwitansi yang terlihat sangat nyata, bahkan ada yang dibuat dengan efek noda makanan untuk menambah kesan autentik.
TechCrunch juga mencoba menggunakan model ini dan berhasil membuat kwitansi palsu untuk Applebee’s di San Francisco. Namun, ada beberapa kesalahan yang menunjukkan bahwa kwitansi tersebut palsu, seperti penggunaan koma alih-alih titik pada total dan perhitungan yang tidak sesuai. Meskipun demikian, penipu bisa dengan mudah memperbaiki kesalahan ini menggunakan perangkat lunak pengeditan foto atau dengan memberikan perintah yang lebih tepat.
Seorang juru bicara OpenAI mengatakan bahwa semua gambar yang dihasilkan memiliki metadata yang menunjukkan bahwa mereka dibuat oleh ChatGPT. OpenAI berusaha untuk memberikan kebebasan kreatif kepada pengguna, dan mereka percaya bahwa kwitansi palsu bisa digunakan untuk tujuan yang tidak curang, seperti mengajarkan literasi keuangan atau membuat seni dan iklan produk. Namun, mereka juga mengawasi penggunaan teknologi ini untuk mencegah penipuan.
Analisis Ahli
Taya Christianson
OpenAI berkomitmen untuk memberikan kebebasan kreatif sambil berhati-hati dengan potensi penyalahgunaan, serta selalu memantau dan menindak pelanggaran sesuai kebijakan penggunaan.

