Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Jim Cramer Bedah Bristol-Myers dan Turunnya Saham Teknologi Akibat Tarif

Finansial
Investasi dan Pasar Modal
News Publisher
29 Mar 2025
233 dibaca
1 menit
Jim Cramer Bedah Bristol-Myers dan Turunnya Saham Teknologi Akibat Tarif

AI summary

Bristol-Myers Squibb memiliki potensi investasi yang menarik meskipun ada kritik terhadap strategi pemisahan bisnisnya.
Saham teknologi mengalami penurunan karena kekhawatiran tentang tarif dan proyeksi pendapatan yang lebih rendah.
Jim Cramer percaya bahwa ada peluang besar dalam saham AI yang dapat memberikan pengembalian lebih tinggi dalam waktu singkat.
Jim Cramer, seorang analis saham terkenal, baru-baru ini membahas beberapa saham di acara CNBC. Dia menjelaskan bahwa banyak saham teknologi mengalami penurunan nilai karena kekhawatiran tentang pajak impor yang tinggi. Cramer percaya bahwa jika pajak tersebut bisa dikurangi, maka nilai saham teknologi bisa meningkat pesat. Dia juga menyoroti bahwa banyak saham yang saat ini dianggap murah, tetapi sebenarnya tidak memiliki kualitas yang baik.Salah satu saham yang dibahas Cramer adalah Bristol-Myers Squibb Co (NYSE:BMY), sebuah perusahaan farmasi. Cramer menyebut obat schizophrenia dari perusahaan ini, COBENFY, sebagai "peluru perak" untuk penyakit tersebut. Namun, dia juga mengkritik keputusan perusahaan untuk melakukan pemisahan bisnis yang dianggap tidak bijaksana, karena bisa mengakibatkan kekurangan produk baru di masa depan.Meskipun Bristol-Myers Squibb memiliki potensi, Cramer dan penulis artikel percaya bahwa beberapa saham di sektor AI (kecerdasan buatan) mungkin lebih menjanjikan untuk investasi. Mereka menyarankan untuk mencari saham AI yang lebih murah dan memiliki potensi keuntungan yang lebih tinggi dibandingkan dengan BMY.

Experts Analysis

Jim Cramer
Saham farmasi seperti BMY rentan terhadap spinoff bisnis yang tidak bijaksana dan harus fokus pada pengembangan produk unggulan seperti COBENFY untuk memperbaiki valuasi.
Mike Wilson
Penurunan saham teknologi banyak dipicu oleh ekspektasi tarif impor tinggi; jika ada kelonggaran, saham teknologi bisa mengalami multiple expansion yang luar biasa.
Editorial Note
Bristol-Myers Squibb menghadapi tantangan signifikan karena strategi spinoff yang kurang tepat yang menurunkan valuasi pasar mereka, meskipun produk seperti COBENFY sangat potensial. Di sisi lain, saham teknologi masih harus menunggu penurunan tarif impor untuk memicu reli, membuat investor harus selektif dalam memilih saham berbasis AI yang lebih murah dan berpotensi tinggi.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.