Perbedaan Penetapan Hari Raya Idul Fitri 1446 H Antara Arab Saudi dan Indonesia
Sains
Astronomi dan Penjelajahan Luar Angkasa
30 Mar 2025
196 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Idul Fitri 1446 H dirayakan pada tanggal yang berbeda di Arab Saudi dan Indonesia.
Mahkamah Agung Arab Saudi memiliki peran penting dalam menentukan awal bulan Syawal.
Organisasi Islam di Indonesia, seperti PBNU dan Muhammadiyah, bekerja sama dalam penetapan hari raya.
Pada tanggal 30 Maret 2025, umat Muslim Sunni di Baghdad, Irak, merayakan salat Idul Fitri. Pengadilan Kerajaan Arab Saudi mengumumkan bahwa 1 Syawal 1446 H atau Hari Raya Idul Fitri jatuh pada hari itu setelah Mahkamah Agung memutuskan berdasarkan pengamatan hilal. Mereka juga mengajak umat Islam untuk berdoa agar amal ibadah selama bulan Ramadan diterima oleh Allah SWT.
Di Arab Saudi, hilal terlihat di Tumair Observatory pada malam 29 Maret, menandakan masuknya bulan Syawal. Para ahli astronomi juga mengonfirmasi bahwa hilal terlihat pada malam sebelumnya. Ini menunjukkan bahwa masyarakat di Arab Saudi merayakan Idul Fitri lebih awal.
Namun, di Indonesia, pemerintah menetapkan bahwa Idul Fitri 1446 H jatuh pada hari Senin, 31 Maret. Ini berarti bahwa perayaan Idul Fitri di Indonesia akan berlangsung sehari setelah di Arab Saudi, dan akan dirayakan secara serentak oleh PBNU dan Muhammadiyah.
Analisis Ahli
Dr. Ahmad Fauzi, Ahli Falak
Penentuan awal bulan Ramadhan dan Syawal sangat tergantung pada pengamatan hilal yang dipengaruhi kondisi atmosfer lokal sehingga wajar terjadi perbedaan antar negara. Namun kolaborasi ilmiah dan penggunaan metode hisab yang lebih canggih dapat meminimalisir perbedaan tersebut.

