Elon Musk Gabungkan xAI dan Twitter Jadi Perusahaan AI Bernilai Rp 1.34 quadriliun (US$80 Miliar)
Teknologi
Kecerdasan Buatan
29 Mar 2025
105 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Elon Musk menggabungkan xAI dan X untuk meningkatkan pengembangan kecerdasan buatan.
Akuisisi ini bernilai US$45 miliar dan mencakup utang.
Penggabungan ini bertujuan untuk memanfaatkan data dan talenta dari kedua perusahaan.
Elon Musk, seorang miliarder teknologi, baru saja mengumumkan bahwa perusahaan kecerdasan buatan miliknya, xAI, telah mengakuisisi X, yang sebelumnya dikenal sebagai Twitter, dengan nilai transaksi sebesar Rp 551.10 triliun (US$33 miliar) . Kesepakatan ini dilakukan dalam bentuk saham dan menggabungkan dua perusahaan yang dimiliki Musk, yaitu xAI dan X. Dengan adanya akuisisi ini, Musk berharap dapat lebih mudah melatih model AI yang disebut Grok.
Nilai total dari kesepakatan ini mencapai Rp 751.50 triliun (US$45 miliar) , termasuk utang sebesar Rp 200.40 triliun (US$12 miliar) . Seorang analis bernama Gil Luria menyebutkan bahwa angka Rp 751.50 triliun (US$45 miliar) tidak kebetulan, karena lebih tinggi Rp 16.70 triliun (US$1 miliar) dari transaksi ketika Twitter diambil pribadi pada tahun 2022. Ini juga memungkinkan Musk untuk berbagi nilai bisnis xAI dengan para investor Twitter.
Musk menyatakan bahwa masa depan xAI dan X saling terkait dan bahwa mereka akan menggabungkan data, model, komputasi, distribusi, dan bakat. Namun, beberapa rincian tentang kesepakatan ini masih belum jelas, seperti apakah para investor menyetujui transaksi tersebut dan bagaimana mereka akan mendapatkan kompensasi.
Analisis Ahli
Gil Luria
Penentuan nilai US$45 miliar bukan kebetulan, ini lebih menguntungkan untuk para investor dan mengindikasikan keyakinan kuat atas prospek gabungan bisnis xAI dan X.
