AI summary
Perusahaan bioteknologi China berupaya untuk mengembangkan vaksin kanker yang lebih terjangkau. Likang Life Sciences menjadi perusahaan China pertama yang mendapatkan persetujuan FDA untuk uji klinis vaksin kanker berbasis mRNA. Biaya vaksin kanker dari perusahaan-perusahaan China dapat turun secara signifikan, memberikan akses lebih luas bagi pasien. Perusahaan bioteknologi asal Tiongkok sedang bersaing dengan perusahaan obat Barat dalam pengembangan vaksin kanker berbasis mRNA. Salah satu perusahaan tersebut adalah Likang Life Sciences yang baru-baru ini mendapatkan izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) untuk memulai uji klinis vaksin kanker LK101. Ini menjadikannya produk pertama dari Tiongkok yang mencapai tahap ini. Pendiri Likang, Chen Li, menyatakan bahwa harga vaksin ini akan jauh lebih rendah dibandingkan dengan produk Barat.Perusahaan lain, ZSky, juga sedang mengembangkan vaksin kanker pribadi dan bergerak cepat untuk memasarkan produknya. Cheng Xudong, pendiri ZSky, memperkirakan bahwa biaya untuk satu kursus vaksin enam dosis akan kurang dari 100.000 yuan (sekitar 13.800 USD), termasuk semua biaya produksi. Hal ini menunjukkan bahwa biaya vaksin kanker dari Tiongkok bisa turun secara signifikan.Ahli kanker dari Johns Hopkins University, Neeha Zaidi, mengatakan bahwa biaya adalah hambatan utama untuk penggunaan vaksin ini secara lebih luas. Jika biaya vaksin dapat ditekan, ini bisa membantu mengurangi kesenjangan akses terhadap pengobatan kanker yang lebih efektif.
Kemampuan start-up bioteknologi Tiongkok menekan biaya produksi vaksin kanker mRNA menunjukkan kemajuan teknologi yang pesat dan keberanian untuk menyaingi kekuatan besar farmasi dunia. Ini bukan hanya soal harga, tapi juga soal mendorong persaingan yang dapat mempercepat inovasi dan memperluas akses pasien yang selama ini terpinggirkan oleh biaya tinggi.