Pejabat Trump Gunakan Signal untuk Diskusi Rahasia, Bocorkan Informasi Militer
Teknologi
Keamanan Siber
27 Mar 2025
236 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Penggunaan aplikasi Signal oleh pejabat pemerintah dapat menimbulkan risiko keamanan yang serius.
Pelanggaran undang-undang retensi catatan dapat mengakibatkan investigasi dan konsekuensi hukum.
Pentingnya akuntabilitas dalam komunikasi pemerintah harus dijaga untuk mencegah kebocoran informasi sensitif.
Beberapa pejabat tinggi di pemerintahan Trump menggunakan aplikasi pesan Signal untuk membahas rencana sensitif mengenai pengeboman di Yaman. Namun, mereka secara tidak sengaja menyertakan editor-in-chief majalah The Atlantic dalam grup chat tersebut. Hal ini menimbulkan kekhawatiran tentang kemungkinan pelanggaran hukum, termasuk Undang-Undang Espionase, dan beberapa anggota DPR dari Partai Demokrat meminta penyelidikan terhadap pejabat yang terlibat. Sebuah kelompok pengawas pemerintah juga menggugat Menteri Pertahanan Pete Hegseth dan pejabat lainnya karena diduga melanggar undang-undang penyimpanan catatan federal.
Signal adalah aplikasi pesan yang aman dan menggunakan enkripsi end-to-end, yang berarti hanya pengirim dan penerima yang dapat membaca pesan. Namun, penggunaan aplikasi ini untuk membahas informasi militer yang sensitif dianggap berisiko, karena bisa saja informasi tersebut jatuh ke tangan yang salah. Beberapa mantan pejabat, seperti John Bolton, mengungkapkan keheranan mereka bahwa pejabat pemerintah menggunakan Signal untuk komunikasi penting, padahal ada sistem komunikasi resmi yang lebih aman.
Analisis Ahli
John Bolton
Saya terkejut mereka menggunakan Signal sama sekali, padahal sudah ada sistem komunikasi rahasia yang jauh lebih aman dan resmi. Diskusi rahasia seperti ini tidak seharusnya berlangsung di platform yang mudah diakses dan tidak diatur secara resmi.

