AI summary
Standard Chartered menghadapi gugatan besar terkait pelanggaran sanksi. Lebih dari 200 investor mengklaim bahwa pernyataan bank tidak akurat. Kasus ini akan dilanjutkan ke pengadilan pada tahun 2026. Standard Chartered, sebuah bank yang berbasis di London, baru-baru ini kalah dalam upaya untuk mengurangi nilai gugatan sebesar 1,5 miliar poundsterling (sekitar 1,94 miliar dolar AS) di London. Gugatan ini diajukan oleh lebih dari 200 investor yang menuduh bank tersebut memberikan pernyataan yang tidak benar mengenai pelanggaran sanksi AS terhadap Iran antara tahun 2007 dan 2019. Sebelumnya, bank ini telah setuju untuk membayar 1,1 miliar dolar AS kepada otoritas AS dan Inggris karena transaksi yang melanggar sanksi.Pengacara Standard Chartered mencoba untuk membatalkan sebagian dari gugatan yang diajukan oleh sekitar 950 investor, tetapi permohonan mereka ditolak oleh Hakim Michael Green. Ia memutuskan bahwa seluruh kasus harus dibawa ke pengadilan pada bulan Oktober 2026. Meskipun demikian, juru bicara bank menyatakan bahwa mereka akan terus membela diri dan percaya bahwa tuduhan tersebut tidak berdasar.
Kasus ini menunjukkan bahwa pengawasan terhadap bank besar dalam hal kepatuhan sanksi semakin ketat, terutama di pasar internasional yang kompleks. Standard Chartered harus memperbaiki tata kelola risiko dan transparansi agar kepercayaan investor tidak terus menurun dan menghindari konflik hukum berkepanjangan.