AI summary
RUPST BNI akan membahas penggunaan laba bersih dan pembagian dividen. Rasio dividen yang diperkirakan lebih tinggi dari tahun sebelumnya, yaitu 55%-60%. Laba bersih BNI untuk tahun 2024 tumbuh 2,63% menjadi Rp 21,46 triliun. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk akan mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada hari Rabu, 26 Maret 2025, di Ballroom Menara BNI. Dalam rapat ini, salah satu agenda penting adalah membahas penggunaan laba bersih tahun 2024, termasuk keputusan mengenai besaran dividen yang akan dibagikan kepada pemegang saham. Direktur Utama BNI, Royke Tumilaar, memperkirakan rasio dividen untuk tahun ini akan meningkat menjadi 55% hingga 60% dari laba bersih yang mencapai Rp 21,46 triliun.Dengan rasio dividen tersebut, BNI diperkirakan akan membagikan dividen tunai antara Rp 12,88 triliun hingga Rp 13,95 triliun, yang berarti setiap pemegang saham bisa mendapatkan dividen sekitar Rp 316 hingga Rp 345 per lembar saham. Meskipun harga saham BBNI mengalami penurunan sebesar 15,03% menjadi Rp 3.900, imbal hasil dividen (dividend yield) diperkirakan akan berkisar antara 8,1% hingga 8,8%.
Peningkatan rasio dividen ini menunjukkan kepercayaan manajemen BNI terhadap stabilitas kinerja keuangannya dan upaya untuk menarik lebih banyak investor. Namun, investor perlu waspada terhadap koreksi harga saham sebelumnya karena ada risiko pasar yang perlu diperhatikan meskipun dividen menarik.