Intuitive Machines Catat Pendapatan Meningkat Pesat Meski Gagal Misi Bulan
Sains
Astronomi dan Penjelajahan Luar Angkasa
24 Mar 2025
98 dibaca
1 menit
Rangkuman 15 Detik
Intuitive Machines mengalami peningkatan pendapatan yang signifikan meskipun menghadapi tantangan dari misi bulan yang gagal.
Perusahaan mencatat backlog rekor yang didorong oleh kontrak baru dari NASA.
CEO Steve Altemus menekankan pentingnya teknologi dan keahlian perusahaan dalam memperluas pasar.
Intuitive Machines, sebuah perusahaan teknologi luar angkasa, melaporkan peningkatan pendapatan yang signifikan dan memiliki prospek positif setelah menambah jumlah pelanggan. Pendapatan kuartal keempat mereka naik hampir 80% dibandingkan tahun lalu, mencapai Rp 913.49 miliar ($54,7 juta) , meskipun biaya juga meningkat, menyebabkan kerugian EBITDA yang disesuaikan. Perusahaan ini mencatat backlog atau pesanan yang belum terpenuhi mencapai rekor Rp 5.48 triliun ($328,3 juta) , sebagian besar berasal dari kontrak dengan NASA.
Meskipun saham Intuitive Machines sempat turun setelah misi pendaratan bulan mereka gagal, sahamnya melonjak hampir 20% setelah pengumuman positif ini. CEO Steve Altemus menyatakan bahwa teknologi dan keahlian perusahaan membantu mereka menjangkau pasar baru. Mereka memperkirakan pendapatan tahunan antara Rp 4.17 triliun ($250 juta) hingga Rp 5.01 triliun ($300 juta) dan berharap bisa mencapai EBITDA positif pada akhir 2025.
Analisis Ahli
Steve Jurvetson (Venture Capitalist and Space Investor)
Intuitive Machines menunjukkan bagaimana pentingnya diversifikasi portofolio dan menjaga kepercayaan klien strategis seperti NASA, meskipun menghadapi kegagalan teknis sementara.