Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Google Luncurkan Gemini 2.5, AI dengan Kemampuan Berpikir Lebih Cerdas

Teknologi
Kecerdasan Buatan
artificial-intelligence (1y ago) artificial-intelligence (1y ago)
26 Mar 2025
18 dibaca
1 menit
Google Luncurkan Gemini 2.5, AI dengan Kemampuan Berpikir Lebih Cerdas

Rangkuman 15 Detik

Google meluncurkan Gemini 2.5, model AI penalaran terbaru yang lebih cerdas.
Gemini 2.5 Pro memiliki kemampuan untuk memproses konteks yang lebih panjang dibandingkan model sebelumnya.
Persaingan di industri AI semakin ketat dengan banyak perusahaan yang mengembangkan model penalaran.
Pada hari Selasa, Google meluncurkan Gemini 2.5, model AI baru yang dapat "berpikir" sebelum menjawab pertanyaan. Model ini, yang disebut Gemini 2.5 Pro Experimental, adalah model AI multimodal yang paling cerdas yang pernah dibuat oleh Google. Model ini tersedia di platform pengembang Google AI Studio dan aplikasi Gemini untuk pelanggan yang berlangganan paket AI seharga Rp 334.00 ribu ($20) per bulan. Semua model AI baru dari Google ke depannya akan memiliki kemampuan berpikir ini. Gemini 2.5 Pro diklaim lebih baik daripada model-model AI sebelumnya dan beberapa model pesaing dalam berbagai pengujian. Misalnya, dalam pengujian pengeditan kode, Gemini 2.5 Pro mendapatkan skor 68.6%, lebih tinggi dari model-model AI terkemuka lainnya. Model ini juga memiliki kemampuan untuk memproses teks yang sangat panjang, hingga 1 juta token, yang setara dengan sekitar 750.000 kata. Google berencana untuk meningkatkan kapasitas ini menjadi 2 juta token di masa depan.

Analisis Ahli

Andrew Ng
Kemampuan reasoning sangat esensial untuk AI mencapai kecerdasan sejati yang bisa digunakan dalam berbagai bidang, dari pengkodean hingga pembuatan konten. Gemini 2.5 menunjukkan arah yang benar dalam mendefinisikan ulang batas kemampuan AI.
Fei-Fei Li
Penambahan konteks sangat besar mengindikasikan AI akan semakin efektif dalam memahami konteks kompleks secara real-time, yang penting untuk aplikasi dunia nyata terutama dalam interaksi manusia-AI.
Yoshua Bengio
Fokus pada reasoning adalah langkah yang tepat untuk mengatasi keterbatasan model AI tradisional yang hanya mengandalkan pola data tanpa pemikiran sesuai konteks.