AI summary
Peneliti berhasil mencapai tingkat kesalahan di bawah 0,1 persen pada gerbang kuantum menggunakan qubit spin berlian. Berlian dengan konsentrasi karbon-13 yang rendah sangat penting untuk mengurangi noise dan meningkatkan presisi. Kolaborasi antara perusahaan dan lembaga penelitian dapat mendorong kemajuan dalam teknologi komputasi kuantum. Sebuah tim peneliti dari perusahaan Jepang Fujitsu dan QuTech di Belanda telah mencetak rekor dunia dengan mencapai tingkat kesalahan di bawah 0,1 persen pada sistem gerbang kuantum yang menggunakan qubit spin berlian. Qubit spin berlian adalah bagian dari berlian yang dapat menyimpan data kuantum. Mereka memiliki dua jenis spin, yaitu spin elektron dan spin nuklir, yang dapat bertahan lama dan berfungsi dengan baik pada suhu yang lebih tinggi dibandingkan qubit superkonduktor. Ini membuat qubit spin berlian ideal untuk digunakan dalam jaringan kuantum karena dapat terhubung dengan cahaya dan melindungi data dari gangguan lingkungan.Untuk mencapai tingkat kesalahan yang sangat rendah, tim peneliti menggunakan berlian yang sangat murni dengan konsentrasi isotop karbon-13 yang rendah, yang dapat menyebabkan kebisingan. Mereka juga merancang gerbang yang dapat memisahkan qubit spin dari satu sama lain dan dari gangguan lingkungan. Dengan menggunakan metode yang disebut 'tomografi set gerbang', mereka dapat mengoptimalkan gerbang kuantum tersebut. Setelah melakukan 800 operasi, sistem kuantum ini terbukti sangat presisi. Ke depannya, peneliti berencana untuk meningkatkan jumlah spin nuklir dalam sistem dan mengembangkan koneksi optik untuk mengelola lebih banyak qubit.
Pencapaian ini menjadi tonggak penting dalam mengatasi masalah error rate yang selama ini jadi hambatan utama kemajuan komputasi kuantum. Jika teknologi ini dapat terus dikembangkan dan diintegrasikan dengan sistem yang lebih besar, potensi revolusi dalam berbagai bidang sains dan teknologi sangat mungkin terwujud dalam waktu dekat.