Gerhana Matahari Parsial Langka Terjadi Saat Matahari Terbit di Maret 2025
Sains
Astronomi dan Penjelajahan Luar Angkasa
25 Mar 2025
48 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Gerhana matahari pada 29 Maret 2025 akan menjadi fenomena langka yang dapat dilihat di bagian timur AS dan Kanada.
Penggunaan kacamata gerhana sangat penting untuk melindungi mata saat menyaksikan gerhana.
Fenomena 'devil's horns' akan terlihat di beberapa lokasi, memberikan pengalaman visual yang unik.
Pada hari Sabtu, 29 Maret 2025, akan terjadi gerhana matahari langka saat matahari terbit, di mana bulan baru akan sebagian menutupi matahari. Namun, tidak akan ada saat di mana seluruh matahari tertutup, sehingga penting untuk menggunakan kacamata gerhana dan filter solar saat mengamati. Di Amerika Serikat, gerhana paling dalam akan terlihat di Maine, khususnya di Quoddy Head State Park, di mana 83% matahari akan tertutup. Fenomena menarik yang disebut "tanduk setan" akan terlihat, di mana hanya bagian sempit dari matahari yang akan tampak seperti sepasang tanduk saat terbit.
Gerhana ini juga akan terlihat di Kanada timur, dengan titik maksimum gerhana di Akulivik, Quebec, di mana 93% matahari akan tertutup. Fenomena "tanduk setan" juga akan terlihat di sepanjang Sungai St. Lawrence dan di New Brunswick. Gerhana matahari ini terjadi dua minggu setelah gerhana bulan total yang disebut "blood moon" pada 13-14 Maret, dan merupakan gerhana matahari kedua setelah gerhana total pada 8 April 2024. Gerhana matahari berikutnya yang akan terjadi adalah gerhana sebagian pada 12 Agustus 2026.
Analisis Ahli
Dr. Ani Susanti (Astronom Indonesia)
Fenomena 'devil’s horns' saat gerhana matahari parsial sangat langka dan memberikan visualisasi yang menarik bagi para astronom amatir dan profesional sekaligus meningkatkan edukasi publik tentang fenomena astronomi.

