Dolar Australia Diprediksi Menguat Berkat Kebijakan Suku Bunga Ketat dan Stimulus China
Bisnis
Ekonomi Makro
24 Mar 2025
126 dibaca
1 menit
Rangkuman 15 Detik
Dolar Australia berpotensi mengalami kenaikan pertama sejak 2020.
Stimulus dari China dapat memberikan dorongan positif bagi ekonomi Australia.
Kebijakan perdagangan AS di bawah Trump dapat mempengaruhi nilai dolar dan pertumbuhan ekonomi.
Dolar Australia diperkirakan akan mengalami kenaikan tahunan pertama sejak 2020, didorong oleh suku bunga tinggi dari bank sentral dan harapan stimulus ekonomi dari China. Beberapa bank, seperti Westpac dan Bank of America, memprediksi bahwa dolar Australia bisa mencapai 68 sen pada bulan Desember, yang berarti kenaikan sekitar 8,4% dari posisi saat ini. Kenaikan ini juga didukung oleh kebijakan Bank Sentral Australia yang berhati-hati dalam menurunkan suku bunga, serta pengaruh positif dari stimulus yang dijanjikan oleh China, mitra dagang terbesar Australia.
Namun, dolar Australia mungkin tetap mengalami volatilitas karena kebijakan perdagangan agresif dari Presiden Donald Trump yang dapat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi AS. Meskipun dolar AS telah turun 3% tahun ini, para analis percaya bahwa ada kemungkinan pergeseran besar dalam nilai dolar AS, yang dapat membuka peluang bagi dolar Australia untuk menguat lebih lanjut. Beberapa data ekonomi penting dari Asia juga akan dirilis dalam minggu ini, yang dapat mempengaruhi pergerakan mata uang.
Analisis Ahli
Oliver Levingston
Pemulihan dolar Australia akan didorong oleh depresiasi dolar AS terlebih dahulu, kemudian dampak stimulasi China di paruh kedua 2025.Andrew Ticehurst
Nilai tukar dolar Australia saat ini sedikit di bawah nilai wajar berdasarkan harga komoditas dan perbedaan suku bunga, sehingga ada ruang untuk penguatan lebih lanjut.Richard Franulovich
Regime shift terhadap dolar AS akan membuka peluang penguatan berkelanjutan bagi dolar Australia.