Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Short Sellers Untung Besar Saat Saham Teknologi Populer Mengalami Penurunan

Finansial
Investasi dan Pasar Modal
investment-and-capital-markets (1y ago) investment-and-capital-markets (1y ago)
21 Mar 2025
126 dibaca
1 menit
Short Sellers Untung Besar Saat Saham Teknologi Populer Mengalami Penurunan

Rangkuman 15 Detik

Penjual pendek mendapatkan keuntungan besar dari penurunan saham Tesla dan Nvidia.
Kekhawatiran tentang pertumbuhan ekonomi dan pengeluaran AI mempengaruhi pasar teknologi.
Indeks Magnificent Seven menunjukkan kinerja yang buruk dibandingkan dengan S&P 500, menandakan perubahan dalam sentimen investor.
Para penjual pendek (short sellers) telah meraih keuntungan besar di awal tahun 2025 karena penurunan harga saham beberapa perusahaan terkenal, seperti Nvidia dan Tesla. Mereka telah menghasilkan total sekitar Rp 250.50 triliun ($15 miliar) dengan bertaruh melawan saham-saham ini. Saham Tesla turun sekitar 40% tahun ini, dan banyak investor khawatir tentang fokus CEO Elon Musk pada efisiensi pemerintah dan hubungannya dengan pemerintahan Trump yang mungkin tidak disukai oleh pelanggan mobil listrik. Selain Tesla, saham perusahaan besar lainnya seperti Apple, Alphabet, Microsoft, Amazon, dan Meta juga mengalami penurunan. Penurunan harga saham ini terjadi karena investor mulai meragukan pertumbuhan ekonomi dan dampak kebijakan tarif Trump. Banyak perusahaan teknologi besar juga menghadapi kritik terkait pengeluaran besar untuk kecerdasan buatan (AI) dan apakah itu akan meningkatkan keuntungan di masa depan. Saat ini, banyak saham tersebut berada sekitar 20% di bawah harga tertinggi dalam 52 minggu terakhir, dan pertanyaan besar bagi pasar adalah apakah minat investor terhadap saham-saham ini akan kembali.

Analisis Ahli

Brian Belski
Meski saham-saham teknologi ini mengalami penurunan, mereka tetap merupakan perusahaan monster yang mendefinisikan lintasan pertumbuhan pasar saham AS dan tidak akan hilang begitu saja.