Pertamina Turunkan Harga BBM, Shell dan BP Naik, Ini Dampaknya
Finansial
Kebijakan Fiskal
21 Mar 2025
113 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Harga BBM di Indonesia bervariasi antara penyedia, dengan Pertamina menahan beberapa harga dan bahkan menurunkan harga untuk produk tertentu.
Pemerintah menetapkan harga eceran tertinggi untuk LPG 3 kg di Tangerang Selatan, yang tetap stabil di Rp 19 ribu per tabung.
Harga LPG non subsidi juga terpantau stabil, dengan harga yang berbeda tergantung pada ukuran tabung.
Pada tanggal 20 Maret 2025, beberapa perusahaan penyedia Bahan Bakar Minyak (BBM) seperti Shell, BP-AKR, dan Vivo Energy Indonesia menaikkan harga BBM di SPBU. Sementara itu, PT Pertamina menurunkan harga beberapa jenis BBM, seperti Pertamina Dex yang kini menjadi Rp 14.600 per liter dan Dexlite menjadi Rp 14.300 per liter. Harga Pertamax tetap di Rp 12.900 per liter, sedangkan Pertamax Turbo dan Pertamax Green juga tidak mengalami perubahan.
Selain itu, harga LPG 3 kg di wilayah Tangerang Selatan tetap sesuai dengan harga eceran tertinggi yang ditetapkan pemerintah, yaitu Rp 19.000 per tabung. Namun, di tingkat pengecer, harga LPG 3 kg bisa mencapai Rp 20.000 hingga Rp 22.000 per tabung. Untuk LPG non subsidi, harga LPG 5,5 kg dijual sekitar Rp 90.000 hingga Rp 117.000 tergantung daerahnya, sedangkan LPG 12 kg dijual antara Rp 192.000 hingga Rp 249.000.
Analisis Ahli
Ahmad Subekti (Ekonom Energi)
Penyesuaian harga BBM yang dilakukan Pertamina mencerminkan usaha stabilisasi pasar agar dampak inflasi bahan bakar terhadap masyarakat bisa diminimalisir, meski persaingan pasar tetap berjalan ketat.Sri Mulyani (Pengamat Kebijakan Publik)
Harga LPG di tingkat pengecer yang lebih tinggi dari HET menunjukkan perlunya pemantauan distribusi agar manfaat subsidi bisa dirasakan langsung oleh konsumen akhir tanpa adanya praktik mark-up yang merugikan.

