Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

PLN Perketat Jarak SPKLU di Kalimantan Sambut Lonjakan EV saat Lebaran 2025

Teknologi
Kendaraan Listrik dan Baterai
News Publisher
20 Mar 2025
259 dibaca
1 menit
PLN Perketat Jarak SPKLU di Kalimantan Sambut Lonjakan EV saat Lebaran 2025

AI summary

PLN meningkatkan jumlah SPKLU di Kalimantan untuk mendukung penggunaan kendaraan listrik.
Proyeksi pengguna mobil listrik selama mudik lebaran 2025 diperkirakan meningkat hingga lima kali lipat.
PLN menyiagakan ribuan petugas untuk memastikan kelancaran pengisian kendaraan listrik selama lebaran.
PT PLN (Persero) telah mempersiapkan peningkatan penggunaan kendaraan listrik (EV) selama lebaran 2025 dengan menambah jumlah stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) di Kalimantan. Jumlah SPKLU di Kalimantan meningkat 6,5 kali lipat dari tahun sebelumnya, sehingga jarak antar SPKLU kini maksimal 40 kilometer. Dengan sekali pengisian, kendaraan listrik dapat menempuh jarak sekitar 350 kilometer, sehingga pemudik dapat melewati 7 hingga 8 SPKLU.Darmawan Prasodjo, Direktur Utama PLN, memperkirakan jumlah pengguna mobil listrik saat mudik lebaran akan meningkat hingga lima kali lipat, dari 203 kendaraan tahun lalu menjadi 1.015 kendaraan tahun ini. Sebanyak 209 SPKLU akan tersebar di berbagai provinsi di Kalimantan, dan PLN juga menyiagakan 1.338 petugas yang akan berjaga 24 jam di SPKLU selama lebaran.

Experts Analysis

Pakar Energi Terbarukan Indonesia
Peningkatan infrastruktur pengisian kendaraan listrik oleh PLN di Kalimantan merupakan langkah penting yang dapat mempercepat transisi Indonesia ke energi bersih, sekaligus mendukung target pengurangan emisi nasional.
Ekonom Transportasi
Fasilitas pengisian yang tersebar lebih rapat membantu menurunkan 'kecemasan jangkauan' (range anxiety) bagi pengguna kendaraan listrik, sehingga meningkatkan daya tarik EV sebagai moda transportasi utama.
Editorial Note
Langkah PLN ini sangat strategis karena infrastruktur yang memadai adalah kunci adopsi EV yang berhasil, khususnya di wilayah luas seperti Kalimantan. Namun, perlu juga diperhatikan kualitas dan kecepatan pengisian agar tidak terjadi antrian panjang saat puncak mudik yang bisa menurunkan pengalaman pengguna.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.