Pemerintah Jepang Lelang Beras Darurat untuk Turunkan Harga Tinggi
Sains
Iklim dan Lingkungan
10 Mar 2025
21 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Pemerintah Jepang melakukan lelang beras darurat untuk mengatasi kenaikan harga.
Kekurangan beras disebabkan oleh kombinasi cuaca ekstrem dan panik beli.
Kementerian Pertanian berencana untuk merilis lebih banyak beras jika diperlukan.
Pemerintah Jepang mengadakan lelang langka untuk stok cadangan beras darurat pada hari Senin, dengan tujuan menurunkan harga beras yang terus meningkat. Harga beras hampir dua kali lipat dalam setahun akibat kekurangan beras yang disebabkan oleh cuaca panas dan panic-buying setelah peringatan "megaquake" musim panas lalu. Jepang menyimpan sekitar satu juta ton beras untuk keadaan darurat, dan ini adalah pertama kalinya sejak cadangan tersebut dibentuk pada tahun 1995, masalah rantai pasokan menjadi alasan untuk melelang beras tersebut.
Menteri Pertanian Taku Eto menyatakan bahwa situasi ini sangat tidak biasa dan berharap dengan melelang 150.000 ton beras, mereka dapat membantu mengatasi masalah distribusi dan meringankan kesulitan yang dialami konsumen. Selain itu, jika diperlukan, kementerian berencana untuk melepas 60.000 ton beras lagi. Beberapa faktor yang menyebabkan krisis ini termasuk lonjakan pariwisata dan kekurangan beras akibat gelombang panas yang ekstrem, serta dampak perubahan iklim.
Analisis Ahli
Prof. Hiroshi Tanaka (Ahli Pertanian dan Lingkungan)
Pemanfaatan stok beras darurat memang langkah darurat yang diperlukan, tapi upaya peningkatan ketahanan pertanian terhadap perubahan iklim harus menjadi fokus utama agar ketersediaan beras tetap terjaga.