Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Barclays Waspadai Risiko Resesi, Prediksi Spread Kredit AS Melonjak

Finansial
Investasi dan Pasar Modal
investment-and-capital-markets (1y ago) investment-and-capital-markets (1y ago)
14 Mar 2025
127 dibaca
1 menit
Barclays Waspadai Risiko Resesi, Prediksi Spread Kredit AS Melonjak

Rangkuman 15 Detik

Pasar kredit saat ini tidak cukup memperhitungkan risiko resesi.
Barclays dan Goldman Sachs memperkirakan penyebaran utang akan melebar dalam waktu dekat.
Meskipun ada kekhawatiran, fundamental kredit AS masih dalam kondisi yang baik.
Barclays Plc menjadi lebih berhati-hati terhadap pasar kredit AS setelah terjadi ketidakpastian ekonomi yang menyebabkan peningkatan imbal hasil dan penundaan penjualan utang oleh perusahaan. Para analis Barclays, Bradley Rogoff dan Dominique Toublan, mengatakan bahwa pasar tidak cukup memperhitungkan risiko resesi yang semakin meningkat. Mereka memperkirakan bahwa selisih imbal hasil untuk utang berkualitas tinggi akan melebar hingga 125 basis poin dalam enam bulan ke depan, sementara untuk utang berisiko tinggi bisa mencapai 425 basis poin. Meskipun ada kekhawatiran tentang pertumbuhan yang lebih rendah dan inflasi yang lebih tinggi akibat perang dagang, Barclays mencatat bahwa kondisi dasar kredit di AS masih baik, dengan permintaan yang sehat. Meskipun ada penundaan, sekitar Rp 1.84 quadriliun ($110 miliar) utang baru telah dijual pada bulan Maret. Barclays juga percaya bahwa imbal hasil yang menarik akan membantu mendukung selisih imbal hasil di pasar kredit.

Analisis Ahli

Bradley Rogoff dan Dominique Toublan
Spread saat ini belum cukup mencerminkan risiko resesi dan tarif yang tak pasti membuat pasar kredit berpotensi memburuk lebih cepat dari perkiraan awal.