Courtesy of YahooFinance
Krisis Karet Alam 2025: Cuaca Ekstrem dan Solusi Agroforestry
14 Mar 2025, 23.01 WIB
291 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- Produksi karet alami diperkirakan akan terus rendah dibandingkan permintaan hingga 2025.
- Cuaca ekstrem dan bencana alam menjadi tantangan besar bagi produksi karet di negara-negara penghasil utama.
- Agroforestri dapat menjadi solusi untuk meningkatkan produksi karet dan keberlanjutan pertanian.
Produksi karet alami diperkirakan akan terus kurang dari permintaan selama lima tahun berturut-turut pada tahun 2025. Menurut Asosiasi Negara Penghasil Karet Alami (ANRPC), produksi karet alami global hanya akan meningkat 0,3%, sementara permintaan diperkirakan akan naik 1,8%. Karet banyak digunakan dalam berbagai produk seperti suku cadang otomotif, barang industri, alas kaki, dan peralatan medis. Negara-negara penghasil karet utama termasuk Thailand, Indonesia, Vietnam, dan Malaysia, tetapi cuaca ekstrem dan bencana alam telah mengurangi produksi di negara-negara ini.
Salah satu solusi untuk meningkatkan produksi karet adalah agroforestri, yaitu menanam pohon dan tanaman lain di lahan yang sama. Metode ini dapat meningkatkan kesehatan tanah dan membuat pohon karet lebih tahan terhadap cuaca ekstrem. Dengan meningkatkan pendapatan petani, mereka lebih mungkin untuk terus menanam karet daripada beralih ke tanaman yang lebih menguntungkan. Organisasi Global Platform for Sustainable Natural Rubber (GPSNR) juga berencana memberikan pelatihan kepada 1.000 petani Thailand dalam agroforestri hingga tahun 2025.
Referensi:
[1] https://finance.yahoo.com/news/why-global-rubber-market-likely-160118761.html
[1] https://finance.yahoo.com/news/why-global-rubber-market-likely-160118761.html
Analisis Ahli
Dr. Arifin Syah, ahli agronomi
"Integrasi agroforestry dalam perkebunan karet adalah solusi efektif untuk meningkatkan ketahanan tanaman terhadap cuaca ekstrem serta memperbaiki kualitas tanah yang menurun akibat praktik monokultur."
Prof. Linda Santoso, ekonom pertanian
"Ketidakseimbangan permintaan dan pasokan karet alam akan memperkuat dominasi karet sintetis kecuali produsen mampu mengadopsi teknologi dan metode pertanian berkelanjutan segera."
Analisis Kami
"Ketergantungan produksi karet alam pada kondisi cuaca sangat rentan terhadap perubahan iklim yang intens dan sering terjadi. Pengembangan agroforestry merupakan langkah cerdas yang tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga memberikan stabilitas ekonomi bagi petani yang dapat mengurangi migrasi ke tanaman pengganti."
Prediksi Kami
Jika tantangan cuaca ekstrem dan pergeseran lahan terus berlangsung tanpa adopsi solusi seperti agroforestry, kekurangan pasokan karet alam global akan makin parah, memicu kenaikan harga dan mendorong lebih banyak petani berpindah ke tanaman lain.
Pertanyaan Terkait
Q
Apa yang diperkirakan terjadi pada produksi karet alami di tahun 2025?A
Produksi karet alami diperkirakan akan meningkat sebesar 0,3% di tahun 2025, tetapi masih di bawah permintaan.Q
Negara mana saja yang merupakan produsen utama karet alami?A
Negara-negara seperti Thailand, Indonesia, Vietnam, dan Malaysia adalah produsen utama karet alami.Q
Apa penyebab utama penurunan produksi karet di beberapa negara?A
Penyebab utama penurunan produksi karet adalah cuaca ekstrem, bencana alam, dan peralihan ke tanaman yang lebih menguntungkan.Q
Apa itu agroforestri dan bagaimana dampaknya terhadap produksi karet?A
Agroforestri adalah praktik menanam pohon dan tanaman di lahan yang sama, yang dapat meningkatkan kesehatan tanah dan ketahanan tanaman karet.Q
Apa yang direncanakan oleh GPSNR untuk mendukung petani karet di Thailand?A
GPSNR merencanakan untuk memberikan pelatihan kepada 1.000 petani Thailand dalam praktik agroforestri hingga tahun 2025.
