Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

OpenAI Luncurkan GPT-4.5 Dengan Kemampuan Emosi dan Pemahaman Lebih Baik

Teknologi
Kecerdasan Buatan
News Publisher
28 Feb 2025
79 dibaca
1 menit
OpenAI Luncurkan GPT-4.5 Dengan Kemampuan Emosi dan Pemahaman Lebih Baik

AI summary

GPT-4.5 adalah model AI terbaru dari OpenAI yang berfokus pada pemahaman emosi dan interaksi pengguna.
OpenAI berinvestasi besar-besaran dalam infrastruktur untuk mendukung pengembangan model-model yang lebih besar.
Meskipun ada model lain yang mencoba efisiensi biaya, OpenAI tetap percaya bahwa ukuran model yang lebih besar akan menghasilkan kinerja yang lebih baik.
GPT-4.5 adalah model AI terbaru dari OpenAI yang lebih besar dan lebih canggih dibandingkan versi sebelumnya. Untuk mencoba model ini, pengguna perlu berlangganan ChatGPT Pro seharga $200 per bulan. Meskipun ada model-model baru dari perusahaan lain yang lebih kecil dan hemat biaya, OpenAI tetap percaya bahwa model yang lebih besar dapat memahami emosi dan interaksi manusia dengan lebih baik. GPT-4.5 juga diharapkan dapat mengurangi kesalahan informasi atau "halusinasi" yang sering terjadi pada model sebelumnya.Model ini memiliki beberapa fitur baru, seperti pencarian web dan kemampuan untuk mengunggah file dan gambar. Namun, meskipun GPT-4.5 menunjukkan hasil yang baik dalam beberapa tes bahasa, ia masih kalah dalam matematika dibandingkan model lain. OpenAI berencana untuk terus mengembangkan model yang lebih baik di masa depan, dengan harapan dapat menciptakan AI yang tidak hanya cerdas tetapi juga memiliki keterampilan sosial yang baik.

Experts Analysis

Mia Glaese
Model yang lebih besar dapat mengurangi frekuensi halusinasi karena pengetahuan yang lebih luas, sehingga output AI menjadi lebih akurat dan bernuansa.
Nick Ryder
Pendekatan peningkatan compute dan data adalah kunci untuk mendorong pembelajaran tanpa pengawasan dan memperluas frontier AI yang dapat digunakan oleh berbagai tipe pengguna.
Editorial Note
Pendekatan OpenAI yang tetap mengedepankan model besar mungkin akan menghadirkan peningkatan kualitas interaksi AI, namun risiko konsumsi sumber daya sangat besar dan mungkin tidak efisien. Jika mereka dapat mengoptimalkan interpretabilitas dan efisiensi sambil mempertahankan kemampuan emosi dan konteks, ini bisa menjadi lompatan besar dalam AI generatif.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.