Ross Gerber: Saham Tesla Bisa Turun 50% Karena Banyak Tantangan
Finansial
Investasi dan Pasar Modal
13 Mar 2025
122 dibaca
1 menit
Rangkuman 15 Detik
Saham Tesla mengalami penurunan signifikan dan masih dianggap terlalu mahal oleh investor.
Elon Musk's politik dapat berdampak negatif pada citra dan penjualan Tesla.
Kualitas produk Tesla yang tinggi menyebabkan kurangnya permintaan untuk pembaruan dari konsumen.
Ross Gerber, seorang investor awal Tesla, kini beralih menjadi skeptis terhadap saham Tesla. Dia memperkirakan bahwa saham Tesla akan turun 50% pada tahun 2025, dan sejak pernyataannya di akhir Februari, saham tersebut telah turun 31%. Gerber, yang merupakan CEO Gerber Kawasaki Wealth & Investment Management, mengurangi kepemilikan saham Tesla-nya sebesar 31% pada tahun 2024. Dia berpendapat bahwa meskipun harga saham Tesla sudah turun, saham tersebut masih terlalu mahal dan tidak memiliki jalur yang jelas untuk meningkatkan pendapatan.
Gerber juga mengkritik tindakan CEO Elon Musk yang dianggap kontroversial dan berdampak negatif pada merek Tesla. Dia menyebut bahwa produk Tesla berkualitas tinggi, sehingga konsumen tidak merasa perlu untuk sering mengganti mobil mereka. Hal ini, ditambah dengan penurunan nilai mobil bekas Tesla, membuatnya sulit bagi perusahaan untuk menarik pembeli baru. Gerber percaya bahwa tanpa peningkatan pendapatan yang signifikan, valuasi saham Tesla tidak dapat dibenarkan.
Analisis Ahli
Ross Gerber
Saham Tesla terlalu mahal dan tidak ada jalur jelas untuk peningkatan laba mencapai target yang wajar. Fokus Elon Musk yang terbagi dan kontroversi politik melemahkan merek dan permintaan Tesla.Analis Pasar Saham
Valuasi tinggi Tesla tidak sesuai dengan kondisi ekonomi dan prospek pertumbuhan yang melambat. Investasi di saham ini sangat berisiko kecuali ada perubahan fundamental yang signifikan.