Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Shell Catat Rekor Pengiriman LNG untuk Kapal, Tantangan Emisi Methane Masih Ada

Sains
Iklim dan Lingkungan
News Publisher
13 Mar 2025
127 dibaca
1 menit
Shell Catat Rekor Pengiriman LNG untuk Kapal, Tantangan Emisi Methane Masih Ada

AI summary

Shell Plc mencatat pengiriman LNG tertinggi pada tahun 2024, menunjukkan pertumbuhan dalam penggunaan bahan bakar ini.
LNG dianggap sebagai alternatif bahan bakar yang lebih rendah emisi dibandingkan dengan bahan bakar minyak, meskipun masih merupakan bahan bakar fosil.
Kritik terhadap LNG mencakup masalah emisi metana, yang dapat merugikan upaya pengurangan emisi gas rumah kaca.
Shell Plc melaporkan bahwa mereka telah mengirimkan rekor 1,1 juta ton gas alam cair (LNG) untuk kapal-kapal pada tahun 2024. Permintaan LNG meningkat karena banyak pemilik kapal berusaha mengurangi emisi gas rumah kaca dan mematuhi peraturan lingkungan. Diperkirakan, konsumsi LNG global akan meningkat sekitar 60% hingga tahun 2040, dan jumlah kapal yang menggunakan LNG diperkirakan akan hampir dua kali lipat dalam lima tahun ke depan.Meskipun LNG lebih ramah lingkungan dibandingkan bahan bakar minyak, masih ada kritik karena LNG adalah bahan bakar fosil yang dapat melepaskan metana, gas rumah kaca yang sangat kuat. Beberapa orang, seperti Andrew Forrest dari Fortescue Ltd, berpendapat bahwa penggunaan LNG masih memiliki risiko kebocoran metana. Saat ini, LNG hanya menyumbang sekitar 6% dari total konsumsi bahan bakar maritim global.

Experts Analysis

Tom Summers
LNG membantu pemilik kapal memenuhi regulasi lingkungan dengan biaya yang lebih efisien.
Andrew Forrest
LNG memiliki masalah utama berupa kebocoran metana yang serius terhadap pemanasan global.
Editorial Note
Meskipun LNG menawarkan pengurangan emisi karbon dibandingkan bahan bakar minyak, penting untuk menyadari bahwa kebocoran metana dapat mengurangi manfaat lingkungannya secara signifikan. Industri harus fokus pada inovasi teknologi dan pengawasan ketat untuk meminimalkan kebocoran metana sambil mempercepat adopsi bahan bakar terbarukan.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.