Regulator Keuangan Inggris Batalkan Aturan Baru untuk Keberagaman dan Bebani Regulasi
Finansial
Perbankan dan Layanan Keuangan
12 Mar 2025
166 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
PRA dan FCA membatalkan rencana regulasi baru untuk diversitas dan inklusivitas karena kekhawatiran akan beban birokrasi.
Ada kekhawatiran bahwa pengurangan regulasi dapat membahayakan sektor keuangan Inggris dalam jangka panjang.
FCA akan tetap mempublikasikan investigasi dalam keadaan luar biasa, meskipun ada kritik terhadap rencana perubahan publikasi.
Regulator keuangan utama di Inggris, yaitu Prudential Regulation Authority (PRA) dan Financial Conduct Authority (FCA), telah membatalkan rencana untuk membuat aturan baru yang bertujuan meningkatkan keberagaman dan inklusi di industri keuangan. Mereka khawatir bahwa aturan baru ini akan menambah beban regulasi yang tidak perlu bagi perusahaan. Meskipun PRA percaya bahwa fokus pada keberagaman dan inklusi dapat membantu pengambilan keputusan dan manajemen risiko, mereka merasa bahwa aturan baru bisa bertentangan dengan upaya untuk mengurangi birokrasi dan mendukung daya saing industri.
Selain itu, FCA juga memutuskan untuk tidak melanjutkan rencana yang akan mengubah cara mereka mengumumkan penyelidikan terhadap perusahaan yang diatur. Mereka akan tetap mempublikasikan informasi tentang penyelidikan hanya dalam keadaan luar biasa, setelah mendapat kritik dari para pembuat undang-undang. FCA berencana untuk memberikan lebih banyak detail tentang penyelidikan yang sedang berlangsung secara anonim, dengan kebijakan final yang akan diumumkan pada akhir Juni.
Analisis Ahli
Noline Matemera
Penolakan berulang terhadap aturan baru keberagaman menunjukkan bahwa fokus pada D&I di layanan keuangan Inggris masih belum pasti dan mungkin menghadapi hambatan serius ke depannya.
