Ketegangan Dagang Kanada-AS Meningkat, Tarif Listrik dan Baja Jadi Senjata Trade War
Bisnis
Ekonomi Makro
11 Mar 2025
249 dibaca
1 menit
Rangkuman 15 Detik
Ontario menerapkan surcharge listrik sebagai respons terhadap tarif yang dikenakan oleh AS.
Doug Ford bersikeras untuk mempertahankan surcharge meskipun ada ancaman dari Trump.
Hubungan perdagangan antara Kanada dan AS semakin tegang akibat kebijakan tarif yang saling membalas.
Perdana Menteri Ontario, Doug Ford, mengatakan bahwa dia siap untuk menghentikan ekspor listrik ke AS sebagai respons terhadap keputusan Presiden Donald Trump yang akan menggandakan tarif pada baja dan aluminium Kanada menjadi 50%. Ford menambahkan bahwa dia tidak ingin terjadinya perang dagang, tetapi akan tetap menerapkan biaya tambahan 25% pada listrik yang dijual ke AS kecuali Trump mundur dari tindakan perdagangan terhadap Kanada. Ontario telah mengekspor sekitar 12,1 terawatt jam listrik ke AS dalam dua tahun terakhir, yang merupakan persentase kecil dari konsumsi listrik di negara bagian seperti Minnesota, Michigan, dan New York.
Tarif logam yang baru akan menimbulkan tantangan bagi perusahaan di kedua sisi perbatasan, karena Kanada adalah pemasok terbesar aluminium dan baja ke AS. Ford juga menyatakan bahwa dia akan berbicara dengan Sekretaris Perdagangan AS, Howard Lutnick, untuk membahas situasi ini lebih lanjut. Sementara itu, Trump mengklaim bahwa Kanada akan membayar harga yang besar atas tindakan ini, yang akan diingat dalam sejarah.
Analisis Ahli
Kenneth Rogoff
Ketegangan dagang seperti ini biasanya menghasilkan eskalasi yang merugikan kedua pihak jangka panjang dan menunjukkan kebutuhan diplomasi serta kompromi untuk menjaga stabilitas ekonomi regional.