Waspada! Penipuan Online Meluas dengan Kerugian Miliaran Dolar di 2024
Teknologi
Keamanan Siber
11 Mar 2025
131 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Penipuan terus meningkat, dengan kerugian mencapai $12,5 miliar pada tahun 2024.
Orang muda lebih sering melaporkan kehilangan uang akibat penipuan dibandingkan orang tua.
Teknologi baru seperti deepfake dapat meningkatkan risiko penipuan di masa depan.
Menurut Komisi Perdagangan Federal AS (FTC), sekitar 2,6 juta orang melaporkan menjadi korban penipuan pada tahun 2024, dengan total kerugian mencapai Rp 208.75 triliun ($12,5 miliar) . Ini adalah lonjakan besar dibandingkan dengan Rp 41.75 triliun ($2,5 miliar) yang hilang pada tahun 2023. Penipuan yang paling umum adalah penipuan penyamar, di mana penipu berpura-pura menjadi orang yang dikenal, seperti teman atau anggota keluarga, untuk mendapatkan uang. Banyak orang yang kehilangan uang melalui media sosial, dan penipuan terkait pekerjaan juga meningkat pesat dalam beberapa tahun terakhir.
Meskipun orang tua sering dianggap lebih rentan terhadap penipuan online, FTC menemukan bahwa orang berusia 20-29 tahun lebih sering melaporkan kehilangan uang dibandingkan orang di atas 70 tahun. Penipuan ini bisa dilakukan melalui telepon, email, atau pesan teks, dan dengan kemajuan teknologi seperti deepfake, penipu mungkin dapat meniru suara orang terdekat kita. Oleh karena itu, penting untuk selalu memverifikasi informasi sebelum mengambil tindakan, terutama jika ada yang mengaku dalam bahaya.
Analisis Ahli
Charlotte Cowles
Korban penipuan bisa sangat pintar sekalipun, karena pelaku penipuan menggunakan metode psikologis yang canggih untuk menimbulkan kepanikan dan membuat korban kehilangan kontrol.