TLDR
Manus AI mengklaim memiliki kemampuan otonomi yang lebih baik dibandingkan produk pesaing. Pengguna memiliki reaksi campur terhadap Manus AI, dengan beberapa memuji hasilnya dan yang lain mengeluhkan kecepatan. Butterfly Effect berusaha menarik investor meskipun produk mereka belum sepenuhnya matang. Manus AI, sebuah startup asal Tiongkok, baru-baru ini meluncurkan versi awal agen AI yang dapat melakukan berbagai tugas kompleks, seperti menyaring resume, membuat rencana perjalanan, dan menganalisis saham. Mereka mengklaim bahwa produk mereka lebih baik dalam beberapa hal dibandingkan dengan agen AI dari OpenAI. Meskipun banyak pengguna yang tertarik dan menganggap produk ini inovatif, beberapa juga mengeluhkan bahwa layanan ini lambat dan sering mengalami kesalahan.Pendiri Manus, Yichao Ji, menyatakan bahwa produk mereka bersifat "benar-benar otonom" dan tidak memerlukan banyak pengawasan. Namun, beberapa pengguna merasa bahwa Manus masih merupakan produk yang belum sepenuhnya siap. Startup ini telah mengumpulkan lebih dari $10 juta dalam pendanaan dan berencana untuk bersaing secara global. Meskipun ada kritik, beberapa pengguna merasa bahwa Manus menawarkan pengalaman yang unik dibandingkan dengan alat AI lainnya yang ada di pasaran.