Investor Global Beralih Dari Saham AS ke Asia dan Eropa Akibat Kekhawatiran Ekonomi
Finansial
Investasi dan Pasar Modal
11 Mar 2025
224 dibaca
1 menit
Rangkuman 15 Detik
Investor sedang mencari perlindungan dari ketidakpastian ekonomi dengan beralih ke aset internasional.
Kebijakan ekonomi AS di bawah Trump berkontribusi pada penurunan minat terhadap saham AS.
Pasar saham Cina menunjukkan potensi pertumbuhan yang lebih baik dibandingkan dengan pasar AS saat ini.
Para trader sedang mencari perlindungan dari ketidakpastian pasar AS yang semakin meningkat, dengan banyak yang beralih dari saham AS ke saham China dan membeli mata uang yen serta euro. Penjualan saham AS meningkat tajam, terutama di Nasdaq 100, yang mengalami penurunan terbesar sejak 2022. Banyak investor merasa bahwa keunggulan ekonomi AS mulai memudar, sehingga mereka lebih memilih aset yang lebih aman seperti obligasi pemerintah Australia dan yuan offshore.
Data ekonomi menunjukkan kekhawatiran yang mendalam, seperti meningkatnya angka pengangguran dan penurunan belanja konsumen. Beberapa manajer investasi mulai mengubah strategi mereka, dengan meningkatkan investasi di saham Eropa dan China, yang dianggap lebih bernilai saat ini. Banyak yang percaya bahwa saat ini adalah waktu yang tepat untuk melindungi modal dan mencari peluang di pasar yang lebih stabil.
Analisis Ahli
Calvin Yeoh
Memilih obligasi jangka panjang AS dan bearish terhadap saham AS dengan komitmen moderat di tengah pasar yang sangat volatil.Kellie Wood
Berpindah dari dolar ke yen dan euro sambil mendukung obligasi jangka pendek dan utang pemerintah Australia sebagai perlindungan modal.Li Minghong
Menganggap valuasi saham AS saat ini overvalue sementara pasar China memberi nilai lebih baik bagi investor global.Manishi Raychaudhuri
Memperkirakan volatilitas tinggi terus berlanjut dan hanya treasury AS serta instrumen keamanan di Asia yang bisa menjadi tempat berlindung.