TLDR
Manus adalah inovasi baru dalam kecerdasan buatan yang menawarkan aplikasi praktis. Butterfly Effect berfokus pada pengembangan AI yang lebih mirip manusia dalam interaksi. Dukungan dari Tencent memberikan Butterfly Effect keunggulan dalam pasar AI yang kompetitif. Perusahaan rintisan asal Tiongkok, Butterfly Effect, yang didukung oleh Tencent Holdings, telah meluncurkan agen kecerdasan buatan (AI) bernama Manus. Manus dirancang untuk melakukan berbagai tugas praktis, seperti membuat situs web kustom, merencanakan perjalanan ke Jepang, menganalisis saham Tesla, dan memberikan tips real estat di New York. Pendiri dan CEO Butterfly Effect, Red Xiao Hong, menjelaskan bahwa Manus lebih mirip manusia dibandingkan chatbot biasa karena dapat berinteraksi dengan lingkungan dan menggunakan umpan balik untuk meningkatkan kinerjanya.Xiao menyatakan bahwa fokusnya bukan pada pengembangan model bahasa besar (LLM) seperti ChatGPT, tetapi pada aplikasi praktis yang masih belum sepenuhnya berkembang. Manus dibangun di atas LLM yang sudah ada, termasuk Claude dari Anthropic dan versi yang disempurnakan dari Qwen milik Alibaba. Dengan inovasi ini, Butterfly Effect berharap dapat mengubah pasar AI di Tiongkok.