CoreWeave dan OpenAI Tandatangani Kesepakatan Miliaran Dolar Jelang IPO 2025
Bisnis
Startup dan Kewirausahaan
11 Mar 2025
130 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
CoreWeave menandatangani kontrak besar dengan OpenAI untuk menyediakan infrastruktur AI.
Perusahaan ini mengalami lonjakan pendapatan yang signifikan menjelang IPO yang direncanakan.
Kemitraan dengan perusahaan besar seperti Microsoft dan Nvidia memperkuat posisi CoreWeave di pasar.
CoreWeave, sebuah perusahaan startup kecerdasan buatan yang didukung oleh Nvidia, telah menandatangani kontrak lima tahun senilai Rp 198.73 triliun ($11,9 miliar) dengan OpenAI. Dalam kesepakatan ini, CoreWeave akan menyediakan infrastruktur AI untuk OpenAI dan akan menerbitkan saham senilai Rp 5.84 triliun ($350 juta) untuk OpenAI saat melakukan penawaran umum perdana (IPO) pada tahun 2025. CoreWeave berharap dapat mencapai valuasi lebih dari Rp 584.50 triliun ($35 miliar) saat IPO, setelah pendapatannya melonjak menjadi Rp 32.06 triliun ($1,92 miliar) pada tahun 2024 dari Rp 3.82 triliun ($228,9 juta) pada tahun sebelumnya.
Meskipun pendapatan meningkat, CoreWeave mengalami kerugian yang lebih besar, yaitu Rp 14.42 triliun ($863,4 juta) pada tahun 2024. Perusahaan ini telah mengumpulkan lebih dari Rp 242.15 triliun ($14,5 miliar) dalam bentuk utang dan ekuitas melalui 12 putaran pendanaan. CoreWeave bersaing dengan penyedia cloud besar seperti Microsoft dan Amazon, dan memiliki pelanggan besar seperti Meta dan IBM. Penawaran sahamnya diharapkan dapat menarik perhatian investor di pasar yang semakin tertarik pada teknologi AI.
Analisis Ahli
Andrew Ng
Kesepakatan semacam ini menunjukkan bahwa perusahaan dengan fokus infrastruktur AI akan menjadi kunci dalam pengembangan teknologi AI berskala besar dan tahan lama.Fei-Fei Li
Investasi besar dari OpenAI ke CoreWeave menandakan integrasi yang lebih dalam antara penyedia teknologi AI dan infrastruktur backend, yang akan mempercepat inovasi AI.

