Serangan Siber Meningkat Drastis, Ketahanan Siber Jadi Prioritas Utama Bisnis
Teknologi
Keamanan Siber
10 Mar 2025
75 dibaca
1 menit
Rangkuman 15 Detik
Resiliensi siber harus menjadi prioritas utama bagi bisnis untuk mengurangi dampak serangan siber.
Sektor pendidikan dan bisnis kecil sangat rentan terhadap serangan siber dan perlu meningkatkan perlindungan mereka.
Perencanaan untuk menghadapi serangan siber sangat penting, karena tidak ada solusi yang dapat menjamin keamanan sepenuhnya.
Pada tahun 2024, serangan siber terhadap perusahaan di seluruh dunia meningkat 44% dibandingkan tahun 2023, dengan sektor pendidikan menjadi yang paling terdampak, mengalami lonjakan serangan hingga 75%. Banyak serangan ini disebabkan oleh malware yang dapat digunakan untuk berbagai tujuan dan serangan infostealer yang mencuri informasi sensitif. Rata-rata, perusahaan membutuhkan waktu sekitar 75 hari untuk pulih dari insiden siber, dan dengan kemajuan kecerdasan buatan, waktu yang dibutuhkan penyerang untuk mencuri data kini hanya beberapa jam.
James Hodge, penasihat strategi utama di Splunk, menekankan pentingnya ketahanan siber bagi perusahaan. Dia menjelaskan bahwa serangan siber dapat memiliki konsekuensi yang serius, terutama bagi infrastruktur penting. Bisnis kecil lebih rentan terhadap serangan siber dibandingkan yang besar, dan dampak dari pelanggaran keamanan tidak hanya bersifat finansial, tetapi juga dapat merusak kepercayaan klien dan memperlambat inovasi. Oleh karena itu, perusahaan perlu merencanakan langkah-langkah untuk menghadapi kemungkinan serangan siber dan menjadikan ketahanan siber sebagai prioritas utama.
Analisis Ahli
James Hodge
Tanpa fokus serius pada ketahanan siber, bisnis akan menghadapi konsekuensi yang sangat merugikan secara finansial dan operasional, sehingga penting untuk merancang tindakan lanjutan setelah insiden siber terjadi.

