Trump Tetap Akan Terapkan Tarif Baru Meski Risiko Resesi Mengintai
Finansial
Kebijakan Fiskal
09 Mar 2025
128 dibaca
1 menit
Rangkuman 15 Detik
Trump berencana menerapkan tarif timbal balik mulai 2 April.
Kebijakan tarif dapat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi AS.
Pasar saham mengalami ketidakpastian akibat kebijakan perdagangan yang baru.
Presiden Donald Trump mengabaikan kekhawatiran bisnis tentang ketidakpastian yang disebabkan oleh rencananya untuk mengenakan tarif pada berbagai negara mitra dagang Amerika. Dia mengumumkan bahwa tarif "reciprocal" atau timbal balik akan mulai berlaku pada 2 April, yang berarti tarif yang dikenakan oleh negara lain akan dibalas dengan tarif yang sama dari Amerika. Meskipun ada peringatan dari Federal Reserve Atlanta tentang kemungkinan kontraksi ekonomi, Trump percaya bahwa langkah ini akan menguntungkan Amerika dalam jangka panjang.
Di Wall Street, pasar saham mengalami fluktuasi yang besar karena kekhawatiran tentang ekonomi dan ketidakpastian mengenai tarif yang akan datang. Meskipun ada kemungkinan barang impor menjadi lebih mahal, Sekretaris Perdagangan Howard Lutnick mengatakan bahwa barang-barang Amerika akan menjadi lebih murah, dan membeli produk lokal akan membantu ekonomi Amerika.
Analisis Ahli
Paul Krugman
Langkah ini berisiko memperburuk ketidakseimbangan perdagangan dan menghambat pertumbuhan ekonomi AS dengan memperketat rantai pasokan global.Carmen Reinhart
Penerapan tarif tanpa koordinasi internasional berpotensi memicu balasan dari negara lain yang dapat menjerumuskan ekonomi global ke dalam resesi.