ECB Waspadai Inflasi Tinggi, Potensi Kenaikan Suku Bunga pada 2026
Bisnis
Ekonomi Makro
08 Mar 2025
86 dibaca
1 menit
Rangkuman 15 Detik
Inflasi di zona euro mungkin tetap di atas target 2% lebih lama dari yang diharapkan.
Investasi besar-besaran di Eropa dapat mendukung pertumbuhan ekonomi dan mempengaruhi kebijakan suku bunga.
ECB menunjukkan bahwa kebijakan moneternya semakin kurang ketat, mengindikasikan kemungkinan pemotongan suku bunga yang terbatas.
Inflasi di zona euro kemungkinan akan tetap di atas target Bank Sentral Eropa (ECB) daripada melambat secara signifikan, menurut Isabel Schnabel, anggota Dewan Eksekutif ECB. Dalam wawancara, ia menyatakan bahwa risiko inflasi tetap di atas 2% lebih tinggi dibandingkan risiko inflasi turun di bawah 2%. Pernyataan ini mungkin menunjukkan bahwa ia tidak setuju dengan pengurangan suku bunga lebih lanjut setelah ECB menurunkan suku bunga simpanan baru-baru ini.
Schnabel juga mencatat bahwa pemerintah Eropa sedang mempersiapkan investasi besar-besaran dalam pertahanan dan infrastruktur, yang dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Beberapa ekonom memperkirakan bahwa ECB mungkin mulai menaikkan suku bunga pada paruh kedua tahun 2026, meskipun mereka masih mengharapkan dua kali pemotongan suku bunga pada bulan April dan Juni. ECB juga mengubah pernyataannya untuk menunjukkan bahwa kebijakan saat ini tidak lagi terlalu ketat, yang menunjukkan bahwa ruang untuk pemotongan suku bunga lebih lanjut semakin menyusut.
Analisis Ahli
Paul Hollingsworth
Stimulus fiskal yang besar akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan output potensial, sehingga ECB harus mulai menaikkan suku bunga pada pertengahan 2026 untuk mengantisipasi tekanan inflasi.