Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Risiko Resesi AS Meninggi Akibat Perang Tarif dan Ketidakpastian Bisnis

Bisnis
Ekonomi Makro
macro-economics (1y ago) macro-economics (1y ago)
07 Mar 2025
243 dibaca
1 menit
Risiko Resesi AS Meninggi Akibat Perang Tarif dan Ketidakpastian Bisnis

Rangkuman 15 Detik

Ada kemungkinan tinggi terjadinya resesi dalam waktu dekat akibat tarif dan kebijakan ekonomi yang tidak pasti.
Kepercayaan konsumen dan laporan laba dari pengecer besar menunjukkan dampak negatif dari tarif yang diberlakukan.
Inflasi dan ketidakpastian bisnis dapat memperburuk kondisi ekonomi di AS.
Peter Berezin, seorang ahli strategi dari BCA Research, memperkirakan ada kemungkinan 75% terjadinya resesi dalam tiga bulan ke depan. Ia menjelaskan bahwa tarif tinggi yang dikenakan pada barang impor dapat mengurangi pendapatan pekerja dan permintaan, serta meningkatkan ketidakpastian di kalangan bisnis. Berezin juga menyoroti bahwa inflasi yang meningkat akan membuat Federal Reserve lebih enggan untuk menurunkan suku bunga. Ia percaya bahwa risiko resesi saat ini lebih besar dibandingkan awal tahun 2022, ketika ekonomi AS masih cukup kuat. Selain itu, data terbaru menunjukkan penurunan kepercayaan konsumen dan kondisi bisnis yang memburuk. Banyak perusahaan ritel besar, seperti Walmart dan Target, memberikan proyeksi yang buruk untuk tahun 2025 karena dampak tarif yang tinggi. Pasar saham juga menunjukkan tanda-tanda perlambatan ekonomi, dengan indeks S&P 500 dan Nasdaq mengalami penurunan signifikan dari puncaknya.

Analisis Ahli

Peter Berezin
Dampak perang tarif dan pengurangan DOGE akan memperlambat pertumbuhan ekonomi lebih besar dari perkiraan konvensional, meningkatkan risiko resesi hingga 75% dalam tiga bulan.
Nora Szentivanyi
Ketidakpastian kebijakan tarif menciptakan shock terhadap investasi bisnis melalui sentimen, memaksa revisi prediksi ekonomi yang lebih pesimis.