AI summary
Manajer aset AS menghadapi tantangan dalam mempertahankan hubungan dengan investor Eropa karena perubahan dalam komitmen keberlanjutan. Investor institusi Eropa memiliki standar tinggi terkait investasi berkelanjutan dan akan mengevaluasi kembali hubungan mereka dengan manajer yang tidak sejalan. Perubahan politik di AS dapat mempengaruhi strategi investasi dan hubungan internasional dalam konteks keberlanjutan. Usaha manajer aset di AS untuk menyesuaikan bisnis mereka dengan realitas politik di dalam negeri kini mulai menjauhkan beberapa klien mereka di Eropa. Beberapa dana pensiun di Eropa, seperti AkademikerPension dari Denmark, telah memutuskan untuk menghentikan kerja sama dengan manajer aset AS seperti State Street karena mereka merasa manajer tersebut tidak lagi memperhatikan risiko iklim yang penting bagi investasi mereka. AkademikerPension, yang mengelola aset sekitar $20 miliar, bahkan memberikan penilaian rendah kepada State Street, yang menunjukkan bahwa mereka mungkin akan lebih memilih manajer aset yang lebih sejalan dengan nilai-nilai keberlanjutan mereka.Di sisi lain, manajer aset AS juga menghadapi tekanan dari negara bagian yang dikuasai Partai Republik, di mana strategi investasi berkelanjutan dianggap tidak diinginkan. Misalnya, dana pensiun negara Indiana baru-baru ini mengganti BlackRock dengan State Street untuk menghindari praktik investasi yang mempertimbangkan tujuan lingkungan, sosial, dan tata kelola. Hal ini menunjukkan bahwa manajer aset AS harus menyeimbangkan antara tuntutan klien di Eropa yang mengutamakan keberlanjutan dan klien di dalam negeri yang menolak pendekatan tersebut.
Manajer aset AS harus menyadari bahwa iklim dan keberlanjutan bukan sekadar tren politik lokal, melainkan inti dari manajemen risiko investasi global. Kegagalan untuk menjembatani perbedaan ini bisa membuat mereka kehilangan kepercayaan klien utama di pasar yang paling maju dalam hal ESG, yaitu Eropa.