Pertumbuhan Ekspor China Melambat di Awal Tahun Akibat Tarif AS
Bisnis
Ekonomi Makro
07 Mar 2025
254 dibaca
1 menit
Rangkuman 15 Detik
Ekspor China mengalami pertumbuhan yang lebih lambat dari yang diperkirakan.
Kebijakan tarif AS dapat berdampak negatif pada perdagangan China.
ASEAN tetap menjadi mitra dagang terbesar bagi China meskipun ada tantangan dalam perdagangan global.
Ekspor China meningkat 2,3% pada Januari dan Februari dibandingkan tahun sebelumnya, tetapi angka ini lebih rendah dari yang diperkirakan, sementara impor turun lebih dari 8%. Para ekonom sebelumnya memperkirakan ekspor akan naik 5% dan impor sedikit meningkat. Meskipun surplus perdagangan China mencapai Rp 2.85 quadriliun ($170,52 miliar) , ada kekhawatiran bahwa kenaikan tarif dari AS akan berdampak negatif pada ekspor China di bulan-bulan mendatang.
Pejabat China mengkritik kenaikan tarif tersebut, tetapi mereka tetap percaya bahwa ekonomi mereka kuat dan dapat mengandalkan perdagangan dengan negara lain. Ekspor ke AS hanya tumbuh 2,3%, sementara ekspor ke Uni Eropa dan Jepang tumbuh sangat sedikit. Meskipun data ini tidak bisa dijadikan patokan pasti, ada kekhawatiran tentang bagaimana tren ekspor akan terpengaruh oleh tarif yang baru diterapkan.
Analisis Ahli
Julian Evans-Pritchard
Perlambatan ekspor yang terjadi saat ini terjadi sebelum dampak besar dari tarif AS, yang kemungkinan akan membuat penurunan pengiriman ke AS semakin tajam.Lynn Song
Efek dari tarif yang mulai berlaku di bulan Februari dan Maret akan terlihat secara bertahap dalam beberapa bulan mendatang dan kemungkinan menekan tren ekspor.