Shield AI Kumpulkan Dana Rp3,5 T Untuk Kembangkan Drone Militer Otonom
Bisnis
Startup dan Kewirausahaan
07 Mar 2025
191 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Shield AI telah mengumpulkan $240 juta dengan valuasi mencapai $5,3 miliar.
Perusahaan ini berfokus pada pengembangan perangkat lunak Hivemind untuk penerbangan otonom.
L3Harris dan Hanwha Aerospace adalah beberapa investor utama dalam pendanaan terbaru Shield AI.
Shield AI, sebuah startup teknologi pertahanan dari San Diego, baru saja mengumpulkan dana sebesar Rp 4.01 triliun ($240 juta) dengan valuasi mencapai Rp 88.51 triliun ($5,3 miliar) . Mereka mengembangkan perangkat lunak bernama Hivemind yang memungkinkan pesawat tempur dan drone untuk terbang secara otomatis. Sekarang, Shield AI berencana untuk menjual Hivemind kepada lebih banyak pelanggan, termasuk perusahaan robotika.
Investor dalam putaran pendanaan ini termasuk L3Harris, salah satu kontraktor pertahanan terbesar di AS, dan Hanwha Aerospace, serta investor lama seperti Andreessen Horowitz. Dengan valuasi ini, Shield AI menjadi startup teknologi pertahanan terbesar kedua di AS setelah Anduril, yang memiliki valuasi Rp 467.60 triliun ($28 miliar) . Bidang otonomi, terutama dalam pertahanan, semakin berkembang, seperti yang terlihat dari startup Saronic yang baru saja meningkatkan valuasinya menjadi Rp 66.80 triliun ($4 miliar) .
Analisis Ahli
Dr. Andi Wijaya (Ahli Teknologi Pertahanan)
Pendanaan ini menegaskan bahwa kunci transformasi pertahanan ada pada AI dan otonomi, dan Shield AI berada di posisi yang tepat untuk memimpin inovasi ini jika mereka mampu mengatasi tantangan komersialisasi teknologi militer.
