Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Trump Tunda Tarif 25% untuk Barang USMCA, Berikan Napas bagi Kanada dan Meksiko

Finansial
Kebijakan Fiskal
News Publisher
06 Mar 2025
122 dibaca
1 menit
Trump Tunda Tarif 25% untuk Barang USMCA, Berikan Napas bagi Kanada dan Meksiko

AI summary

Trump berencana untuk menunda tarif 25% terhadap barang dari Kanada dan Meksiko.
USMCA menjadi fokus utama dalam kebijakan perdagangan AS saat ini.
Reaksi pasar menunjukkan ketidakpastian terkait kebijakan tarif yang diterapkan oleh Trump.
Presiden Donald Trump kemungkinan akan menunda tarif 25% untuk semua barang dan jasa dari Kanada dan Meksiko yang tercakup dalam perjanjian perdagangan USMCA. Sekretaris Perdagangan Howard Lutnick menyatakan bahwa penundaan ini bisa menjadi kabar baik bagi kedua negara mitra dagang terbesar AS. Penundaan ini akan berlangsung hingga 2 April, ketika Trump berencana untuk menerapkan tarif baru, termasuk tarif "timbal balik" untuk negara lain dan tarif khusus untuk sektor tertentu seperti otomotif dan farmasi.Meskipun ada penundaan, Trump tetap berkomitmen untuk mengubah defisit perdagangan AS dengan dunia dan mengaitkan tarif ini dengan masalah aliran fentanyl ilegal dan migrasi. Sebelumnya, Trump juga telah berbicara dengan Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau dan mempertimbangkan pengecualian untuk beberapa impor pertanian. Namun, keputusan ini memicu reaksi keras, termasuk tarif balasan dari Kanada terhadap barang-barang AS.

Experts Analysis

Theodore Moran (Profesor Kebijakan Perdagangan)
Pengecualian sementara ini menandakan bahwa tekanan politik dari sektor industri dan konsekuensi ekonomi langsung mulai memengaruhi kebijakan Trump, namun perang dagang tetap menjadi ancaman serius bagi integrasi ekonomi di kawasan NAFTA yang kini USMCA.
Carmen Reinhart (Ekonom Internasional)
Tarif seperti ini biasanya menghambat investasi dan perdagangan, dan walaupun ada pengecualian, efek jangka panjang atas ketidakpastian akan membatasi pertumbuhan ekonomi kawasan.
Editorial Note
Langkah menunda tarif ini adalah strategi sementara untuk mendinginkan ketegangan perdagangan dan menjaga hubungan dengan mitra utama AS, tapi tetap menunjukkan sikap keras pemerintah AS terhadap defisit perdagangan dan isu keamanan narkoba. Kebijakan ini berpotensi memperpanjang ketidakpastian pasar, sehingga pelaku bisnis harus bersiap menghadapi perubahan biaya dan risiko perdagangan dalam waktu dekat.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.