Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Ancaman Peretas Asing dan Kekacauan Keamanan Situs Resmi DOGE di AS

Teknologi
Keamanan Siber
Wired Wired
15 Feb 2025
161 dibaca
1 menit
Ancaman Peretas Asing dan Kekacauan Keamanan Situs Resmi DOGE di AS

Rangkuman 15 Detik

Keamanan siber menjadi perhatian utama dengan meningkatnya serangan dari kelompok peretas asing.
Kekurangan enkripsi dalam aplikasi populer dapat membahayakan data pribadi pengguna.
Tindakan pemerintah yang berpotensi merusak privasi dapat memicu reaksi negatif dari masyarakat dan organisasi hak asasi manusia.
Di Amerika Serikat, banyak masalah keamanan muncul akibat serangan hacker dari negara-negara yang dianggap musuh, seperti China dan Rusia. Kelompok hacker China, Salt Typhoon, telah memperluas targetnya hingga mencakup universitas dan perusahaan telekomunikasi di AS, dengan total 11 jaringan telekomunikasi yang telah dibobol. Sementara itu, kelompok hacker Rusia bernama BadPilot juga mulai menyerang target di negara-negara Barat, termasuk AS, untuk memberikan akses kepada hacker lain. Selain itu, ada masalah dengan situs web Departemen Efisiensi Pemerintah (DOGE) yang didirikan oleh Elon Musk. Situs ini memiliki celah keamanan yang memungkinkan orang lain untuk mengubah informasi di dalamnya. Penelitian juga menunjukkan bahwa aplikasi RedNote, yang mirip dengan TikTok, memiliki masalah keamanan yang dapat membuat penggunanya rentan terhadap pengawasan. Di sisi lain, pesawat mata-mata militer AS meningkatkan misi pengawasan di perbatasan Meksiko, dan ada juga kontroversi mengenai permintaan pemerintah Inggris kepada Apple untuk membuka akses ke data yang terenkripsi.

Analisis Ahli

Bruce Schneier
Kegagalan pengamanan website pemerintah seperti DOGE adalah contoh klasik dari bagaimana ketidaksiapan teknologi bisa berujung pada kerusakan serius terhadap reputasi dan keamanan. Ini harus menjadi peringatan bagi pembuat kebijakan untuk lebih mengutamakan keamanan rekayasa daripada sekadar penampilan transparansi.
Mikko Hypponen
Serangan kelompok seperti Salt Typhoon dan Sandworm menunjukkan bahwa ancaman siber kini bukan lagi isu regional tapi global yang sangat kompleks. Kerentanan aplikasi populer seperti RedNote juga menandakan bahwa konsumen harus lebih waspada dan regulasi harus diperketat untuk melindungi data pribadi.