Intel Menang Gugatan Pemegang Saham Meski Hadapi Tekanan Pasar Besar
Finansial
Investasi dan Pasar Modal
06 Mar 2025
66 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Intel berhasil memenangkan gugatan pemegang saham yang menuduh mereka menyembunyikan kerugian.
Perusahaan mengalami kerugian besar yang mengakibatkan pemecatan karyawan dan penangguhan dividen.
Intel menghadapi persaingan ketat dari perusahaan lain dalam industri semikonduktor.
Intel, perusahaan pembuat chip, baru-baru ini memenangkan kasus hukum yang diajukan oleh pemegang saham. Mereka dituduh menyembunyikan masalah dalam bisnis pembuatan chip untuk pelanggan luar, yang menyebabkan pemotongan pekerjaan dan penghentian dividen, sehingga mengakibatkan kehilangan nilai pasar lebih dari Rp 534.40 triliun ($32 miliar) dalam sehari. Hakim Trina Thompson menyatakan bahwa pemegang saham salah mengira kerugian Rp 116.90 triliun ($7 miliar) yang diumumkan Intel sebagai hasil dari unit bisnis tersebut, dan pernyataan mantan CEO Patrick Gelsinger tentang permintaan yang meningkat tidak menyesatkan karena hanya merujuk pada pelanggan tertentu.
Kasus ini dimulai ketika Intel melaporkan kerugian kuartalan sebesar Rp 26.89 triliun ($1,61 miliar) dan mengumumkan pemecatan lebih dari 15.000 karyawan serta penghentian dividen untuk menghemat biaya. Saham Intel turun 26% setelah pengumuman tersebut. Intel menghadapi persaingan ketat dari perusahaan lain seperti Nvidia dan AMD, dan baru-baru ini mengganti CEO mereka.
Analisis Ahli
Dr. Anand Gupta (Analis Teknologi Semikonduktor)
Putusan ini memberi Intel waktu untuk fokus memperbaiki operasi dan strategi mereka tanpa tekanan hukum yang besar, namun perusahaan harus mempercepat inovasi agar tidak kehilangan pangsa pasar terhadap pesaing kuatnya di industri chip.
