TLDR
Liu Qingfeng mengusulkan program asuransi pengangguran untuk melindungi pekerja dari dampak AI. Perusahaan harus bertanggung jawab atas dampak sosial dari otomatisasi dan melaporkan rencana re-employment. Pelatihan keterampilan AI harus difokuskan pada kelompok berpenghasilan rendah untuk membantu mereka beradaptasi. Seorang pengusaha bernama Liu Qingfeng, yang juga merupakan anggota Kongres Rakyat Nasional dan pendiri perusahaan iFlytek, mengusulkan agar China membuat program asuransi pengangguran khusus untuk melindungi pekerja yang kehilangan pekerjaan akibat otomatisasi dan teknologi kecerdasan buatan (AI). Liu menyarankan agar pemerintah memimpin program ini dengan model yang dikelola secara komersial, serta menciptakan dana khusus untuk melindungi pekerjaan yang paling rentan terhadap gangguan AI.Selain itu, Liu juga mengusulkan agar dibuat sistem peringatan dini untuk risiko pengangguran di pusat-pusat manufaktur besar, serta meminta perusahaan yang menggunakan AI secara besar-besaran untuk melaporkan tanggung jawab sosial mereka terkait jumlah pekerjaan yang hilang dan rencana penempatan kembali pekerja. Ia juga menekankan pentingnya pelatihan keterampilan AI, terutama bagi kelompok berpenghasilan rendah, dengan menyediakan pelatihan gratis.