China Dorong Penggunaan Chip RISC-V untuk Kurangi Ketergantungan Barat
Teknologi
Kecerdasan Buatan
04 Mar 2025
244 dibaca
1 menit
Rangkuman 15 Detik
China berusaha mengurangi ketergantungan pada teknologi Barat dengan mendorong penggunaan chip RISC-V.
RISC-V menawarkan solusi yang lebih murah dan netral secara geopolitik bagi perancang chip di China.
Perusahaan-perusahaan kecil di China dapat memanfaatkan RISC-V untuk mengadopsi teknologi AI dengan biaya yang lebih efisien.
China berencana untuk mengeluarkan panduan yang mendorong penggunaan chip RISC-V yang bersifat open-source di seluruh negeri. Langkah ini diambil untuk mengurangi ketergantungan pada teknologi yang dimiliki oleh negara Barat. Panduan ini sedang disusun oleh delapan lembaga pemerintah, termasuk Kementerian Industri dan Teknologi Informasi, dan diharapkan akan dirilis dalam waktu dekat. RISC-V adalah teknologi yang digunakan untuk merancang berbagai jenis chip, dari yang sederhana hingga yang digunakan dalam server kecerdasan buatan.
Di China, banyak lembaga negara dan institusi penelitian telah mulai menggunakan RISC-V karena dianggap netral secara geopolitik dan lebih murah. Meskipun ada kekhawatiran di Amerika Serikat mengenai penggunaan teknologi ini oleh Beijing, perusahaan-perusahaan di China seperti Alibaba dan startup Nuclei System Technology telah mulai menjual chip RISC-V. Beberapa eksekutif industri percaya bahwa penggunaan chip ini dapat membantu perusahaan kecil dalam mengembangkan aplikasi kecerdasan buatan dengan biaya yang lebih rendah.
Analisis Ahli
Dr. Alex Zhang (Ahli Semikonduktor)
Pengadopsian RISC-V oleh China merupakan langkah progresif yang bisa membuka pintu bagi inovasi yang lebih terbuka dan kolaboratif, meskipun butuh waktu untuk mencapai performa chip kelas atas.Prof. Li Wei (Pakar Kebijakan Teknologi China)
Panduan pemerintah untuk RISC-V mempertegas bahwa China serius dalam mengurangi kerentanan teknologi dari luar dan membangun ekosistem dalam negeri yang kuat.

